
SIDOARJO – Selasa, 14 April 2026, mentari pagi di Kabupaten Sidoarjo terasa lebih hangat dari biasanya bagi Ibu Ngatmani. Di usianya yang telah menginjak 71 tahun, langkah kakinya mungkin tak lagi perkasa, namun semangat di matanya tak pernah pudar. Hari ini, sebuah harapan baru tiba di depan pintu rumahnya dalam wujud kursi roda baru yang dihadirkan oleh BAZNAS Kabupaten Sidoarjo.
Penyaluran bantuan ini bukan sekadar penyerahan barang mekanik, melainkan sebuah ikhtiar kemanusiaan untuk menyambung kembali asa seorang lansia yang sempat terputus. Ibu Ngatmani selama ini mengalami kesulitan luar biasa untuk beraktivitas secara mandiri. Kondisi fisik yang menurun membuatnya hanya bisa terbaring atau duduk diam, diperparah dengan kursi roda lamanya yang sudah rusak dimakan usia dan tak lagi layak guna.
Kemandirian di Usia Senja
Hadir langsung dalam prosesi penyerahan bantuan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo, Ach Saleh, didampingi oleh staf pelaksana, Dani Prabowo dan Ricky Prabu. Mereka melihat langsung bagaimana binar bahagia terpancar dari wajah Ibu Ngatmani saat ia mencoba duduk di atas kursi roda barunya.
“Alhamdulillah, bantuan ini adalah amanah dari para muzakki (pembayar zakat) di Sidoarjo. Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi Ibu Ngatmani untuk menikmati masa tuanya dengan lebih berkualitas,” ujar Ach Saleh di sela-sela kegiatannya.
Bagi Ibu Ngatmani, kursi roda ini adalah tiket menuju dunia luar. Kini, ia tak lagi terisolasi di dalam kamar. Setiap pagi, ia bisa kembali rutin berjemur (caring) di bawah sinar matahari pagi untuk menjaga kesehatannya—sebuah aktivitas sederhana yang sangat berarti bagi kebugaran fisik dan mentalnya.
Keberlanjutan Program: Dari Hunian hingga Mobilitas
Kisah Ibu Ngatmani bersama BAZNAS Sidoarjo sebenarnya telah terjalin sejak awal tahun. Pada Januari lalu, beliau terpilih sebagai salah satu penerima bantuan Rumah Layak Huni (RLH). Rumah yang dulunya memprihatinkan, bocor, dan kurang sehat, kini telah bertransformasi menjadi hunian yang aman, nyaman, dan bermartabat.
Pemberian kursi roda ini merupakan pelengkap dari rangkaian kepedulian BAZNAS untuk memastikan Ibu Ngatmani memiliki ekosistem kehidupan yang baik. Memiliki rumah yang bagus tentu membahagiakan, namun memiliki mobilitas untuk bergerak di dalamnya adalah sebuah kemerdekaan.
Ach Saleh menegaskan bahwa kekuatan zakat adalah pilar utama dalam mengentaskan kesulitan warga seperti Ibu Ngatmani. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan pernyataan yang menguatkan semangat filantropi Islam:
“Zakat bukan hanya sekadar kewajiban agama, tetapi adalah instrumen nyata untuk mengangkat martabat manusia. Melalui program-program seperti ini, kita membuktikan bahwa Zakat Menguatkan Indonesia. Ketika kita membantu satu jiwa seperti Ibu Ngatmani agar bisa tersenyum kembali, kita sedang merajut kekuatan bangsa dari unit terkecil, yaitu keluarga dan individu.”

Zakat: Jembatan Kebaikan
Kisah Ibu Ngatmani adalah potret nyata bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional dapat memberikan dampak yang sangat personal dan mendalam. Kehadiran Dani Prabowo dan Ricky Prabu di lapangan juga menunjukkan komitmen BAZNAS Sidoarjo dalam melakukan jemput bola dan memastikan bantuan tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan (mustahik).
Kini, di bawah atap rumahnya yang baru dan di atas kursi roda yang kokoh, Ibu Ngatmani siap menyongsong hari-hari dengan lebih optimis. Sebuah bukti bahwa selama kepedulian masih ada, tak ada warga Sidoarjo yang akan berjuang sendirian dalam keterbatasannya.
BAZNAS Sidoarjo: Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat.












