BeritaHeadline

BAZNAS Sidoarjo Gandeng Lazismu, Siapkan Senyum Baru untuk Ibu Yuli di Tengah Atap yang Rapuh

24
×

BAZNAS Sidoarjo Gandeng Lazismu, Siapkan Senyum Baru untuk Ibu Yuli di Tengah Atap yang Rapuh

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Gurat lelah terpancar jelas di wajah Ibu Yuli Trisnowati (66). Di usia senjanya, warga Kelurahan Lemahputro, Sidoarjo Kota ini harus merajut sabar dalam sebuah hunian yang jauh dari kata layak. Pada Rabu (15/04/2026), tim BAZNAS Sidoarjo melakukan survei langsung untuk melihat kondisi rumah yang kian memprihatinkan tersebut melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB).

Ibu Yuli tidak tinggal sendiri. Ia mendiami rumah tersebut bersama suami dan seorang anaknya. Kehidupan mereka adalah potret perjuangan yang nyata; sang suami hanyalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang tak tentu rimbanya. Namun, cobaan seolah tak berhenti di situ. Di tengah keterbatasan ekonomi, keluarga ini harus berjuang ekstra karena anak mereka kini tengah bertarung melawan penyakit ginjal yang membutuhkan perhatian serta biaya medis yang besar.

 

Kondisi Hunian: Bertaruh Nyawa di Bawah Atap Lapuk

Saat memasuki rumah Ibu Yuli, tim BAZNAS yang dipimpin langsung oleh M. Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk) selaku Ketua BAZNAS Sidoarjo, didampingi staf pelaksana, Ricky, menemukan fakta-fakta lapangan yang menyesakkan dada:

  • Atap yang Mengancam: Struktur kayu penyangga atap telah lapuk dimakan usia. Kebocoran parah menjadi menu harian setiap kali hujan turun, memaksa keluarga ini terjaga demi menyelamatkan barang-barang dan anggota keluarga yang sakit.
  • Ancaman Banjir: Posisi dinding rumah yang sangat rendah membuat air dengan mudahnya merangsek masuk ke dalam ruangan saat hujan lebat. Kondisi lembap dan kotor akibat banjir ini tentu memperburuk kondisi kesehatan sang anak yang sedang sakit kronis.
  • Standar Kesehatan yang Nihil: Secara keseluruhan, bangunan ini sudah tidak memenuhi standar keamanan dan kesehatan (sanitasi) untuk ditinggali oleh manusia, apalagi bagi mereka yang sedang dalam masa penyembuhan penyakit.

 

Sinergi Kemanusiaan: BAZNAS dan Lazismu Bergerak Bersama

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Sidoarjo tidak tinggal diam. Gus Jazuk menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan mustahik adalah prioritas utama. Langkah cepat segera diambil dengan merencanakan tindak lanjut melalui sinergi bersama Lazismu.

Dalam keterangannya di lokasi survei, Ketua BAZNAS Sidoarjo menyampaikan komitmennya untuk segera merenovasi rumah tersebut agar menjadi hunian yang lebih sehat.

“Melihat kondisi rumah Ibu Yuli, hati kita terenyuh. Rumah ini bukan sekadar bocor, tapi sudah tidak layak secara kesehatan, apalagi ada anggota keluarga yang sedang berjuang melawan penyakit ginjal. Zakat yang dititipkan masyarakat melalui BAZNAS harus hadir memberikan solusi nyata. Kami akan bersinergi dengan Lazismu untuk mempercepat proses perbaikan ini agar Ibu Yuli dan keluarga bisa tinggal dengan lebih aman dan nyaman,” tegas Gus Jazuk.

Zakat Menguatkan Indonesia

Program RLHB ini merupakan wujud nyata dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan martabat hidup masyarakat. Melalui renovasi ini, diharapkan beban psikologis Ibu Yuli berkurang, dan sang anak dapat menjalani proses pengobatan dengan dukungan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat.

Sinergi antara BAZNAS dan Lazismu dalam menangani kasus di Lemahputro ini menjadi bukti bahwa kolaborasi filantrophi adalah kunci untuk memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Sidoarjo.

Zakat Menguatkan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!