BeritaHeadline

Menyambung Asa di Sarirogo: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Biaya Hidup bagi Warga Dhuafa

12
×

Menyambung Asa di Sarirogo: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Biaya Hidup bagi Warga Dhuafa

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Gurat lelah yang terlukis di wajah-wajah senja itu seketika luruh, berganti dengan binar syukur yang tak terbendung. Di bawah naungan atap Balai Desa Sarirogo, sebuah silaturahmi penuh kasih terjalin antara amil zakat dan para mustahik. Hari ini, Kamis (16/4/2026), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali hadir sebagai jembatan kebaikan bagi mereka yang membutuhkan.

Sebanyak 7 warga kategori miskin dan dhuafa di Desa Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo, menerima penyaluran bantuan biaya hidup. Bantuan ini bukan sekadar nominal di atas kertas, melainkan wujud nyata kehadiran umat untuk memastikan tidak ada tetangga yang tertidur dalam kondisi lapar atau cemas memikirkan hari esok.

Kehadiran yang Menguatkan

Prosesi distribusi bantuan ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS Sidoarjo. Hadir di lokasi, Wakil Ketua I BAZNAS Sidoarjo, Em Luqman , didampingi oleh staf pelaksana, M. Kholid Musyadad dan Abdul Ghoni. Kehadiran mereka di tengah warga bukan hanya sebagai administrator program, melainkan sebagai saudara yang membawa amanah dari para muzakki.

Suasana haru menyelimuti saat satu per satu penerima manfaat menerima amplop bantuan. Sebagian besar dari mereka adalah lansia yang sudah tidak lagi memiliki penghasilan tetap.

Wakil Ketua I BAZNAS Sidoarjo, Em Luqman, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk terus menyisir kantong-kantong kemiskinan di wilayah perkotaan maupun pedesaan.

“Kami hadir di Desa Sarirogo hari ini untuk menyampaikan amanah dari masyarakat Sidoarjo. Bantuan biaya hidup ini adalah bentuk kasih sayang sesama. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang dhuafa merasa tidak sendirian. Zakat yang bapak dan ibu titipkan melalui BAZNAS, hari ini bertransformasi menjadi penyambung nafas dan penguat harapan bagi mereka yang kesulitan,” ujar Em Luqman dengan nada penuh empati.

Zakat: Pilar Kemandirian Umat

Distribusi di Balai Desa Sarirogo ini menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat yang profesional mampu memberikan dampak instan sekaligus menyentuh sisi kemanusiaan yang terdalam. Bagi para penerima manfaat, bantuan ini akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari yang kian menghimpit.

Kholid Musyadad, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang terlibat dalam penyaluran lapangan, menambahkan bahwa ketepatan sasaran adalah prioritas utama. “Kami melihat langsung kondisi mereka. Ada rasa haru ketika melihat senyum para ibu dan lansia tadi. Ini yang membuat kami semangat untuk terus mengabdi,” tuturnya.

Melalui program-program seperti ini, BAZNAS Sidoarjo terus berupaya mengentaskan kemiskinan secara bertahap. Dukungan dari Pemerintah Desa Sarirogo juga menjadi kunci kelancaran kegiatan, di mana sinergi antara pemerintah desa dan lembaga zakat menciptakan ekosistem sosial yang kuat.

Hari semakin siang di Sarirogo, namun semangat berbagi justru semakin menghangat. Langkah kaki para penerima manfaat saat meninggalkan balai desa terasa lebih ringan. Di balik bantuan yang tersalurkan, ada doa-doa tulus yang terucap untuk para muzakki, semoga keberkahan senantiasa menyertai setiap harta yang dizakatkan.

Sesuai dengan semangat yang diusung, kegiatan ini menegaskan sebuah pesan kuat: Zakat Menguatkan Indonesia. Dari Sarirogo untuk Sidoarjo, dan dari Sidoarjo untuk Indonesia yang lebih sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!