
SIDOARJO – Mentari Rabu (8/4/2026) terasa begitu hangat saat rombongan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo menyusuri jalanan di wilayah Krian dan Balongbendo. Hari itu bukan sekadar perjalanan dinas biasa, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk mengantarkan amanah para muzakki langsung ke tangan mereka yang membutuhkan.
Dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sidoarjo, H. Em Lukman Hakiem, didampingi staf pelaksana Rita Defani, BAZNAS bergerak lincah menyasar tiga titik krusial: pendidikan, sarana ibadah, dan bantuan biaya hidup.
Pendidikan: Memastikan Senyum di MI Mamba’ul Ulum
Perhentian pertama dimulai pukul 10.00 WIB di MI Mamba’ul Ulum, Desa Terik, Krian. Sepuluh siswa telah berkumpul dengan wajah penuh harap. Di sana, bantuan biaya pendidikan diserahkan guna memastikan tunas-tunas bangsa ini tidak layu sebelum berkembang karena kendala biaya.
Kepala Sekolah MI Mamba’ul Ulum, Bapak Zainul Makhsus, menyambut haru kehadiran tim. Baginya, bantuan ini adalah oase di tengah perjuangan sekolah mencerdaskan anak bangsa.
Dalam sela-sela penyerahan, Em Lukman Hakiem menyampaikan pesan mendalam:
“Zakat bukan sekadar kewajiban agama, tapi adalah instrumen nyata untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Kami ingin memastikan tidak ada anak di Sidoarjo yang kehilangan masa depannya. Inilah bukti nyata bahwa Zakat Menguatkan Indonesia, dimulai dari pendidikan karakter dan ilmu di madrasah ini,” tegasnya.
Ketegaran Ibu Lilik: Pelajaran Kesabaran dari Watugolong
Langkah tim berlanjut ke Desa Watugolong, Krian. Di sebuah rumah sederhana, Ibu Lilik Maftukah menunggu dengan senyum yang tulus. Meski memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, semangatnya mendampingi suami dan membesarkan anaknya tak pernah padam.
Didampingi Kepala Desa Watugolong, Bapak Slamet Handoyo, dan perangkat dusun setempat, BAZNAS menyerahkan bantuan biaya hidup. Suasana berubah haru saat Lukman Hakiem berbincang hangat dengan Ibu Lilik. Ketegaran perempuan ini menjadi refleksi bagi siapa saja yang hadir bahwa ujian hidup harus dihadapi dengan kesabaran luar biasa.
Renovasi Spiritual di SDN Kemangsen 1
Perjalanan berakhir di Kecamatan Balongbendo, tepatnya di SDN Kemangsen 1. Kali ini, fokus bantuan tertuju pada perbaikan sarana ibadah. BAZNAS menyalurkan bantuan biaya renovasi mushollah sekolah yang diterima oleh Ibu Eny, mewakili kepala sekolah.
Mushollah yang layak diharapkan mampu menjadi pusat pembentukan karakter religius siswa. Dengan renovasi ini, diharapkan kegiatan salat berjamaah dan mengaji dapat berjalan lebih nyaman dan khusyuk.

Zakat Sebagai Pilar Kebangkitan
Menutup rangkaian kegiatan produktif tersebut, Em Lukman Hakiem menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan BAZNAS. Ia menggarisbawahi bahwa setiap rupiah yang disalurkan melalui BAZNAS memiliki dampak domino bagi kesejahteraan sosial di Sidoarjo.
“Apa yang kita lihat hari ini di Krian dan Balongbendo adalah potret kecil dari luasnya manfaat zakat. Mulai dari membantu renovasi tempat sujud anak-anak kita, hingga menyambung nafas kehidupan keluarga seperti Ibu Lilik. Saat kita bergerak bersama, zakat benar-benar menjadi pilar yang menguatkan sendi-sendi kehidupan berbangsa,” pungkasnya.
Melalui pendayagunaan yang tepat sasaran, BAZNAS Sidoarjo terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, mengubah air mata kesulitan menjadi senyum kemandirian. Karena pada akhirnya, zakat adalah tentang manusia, tentang martabat, dan tentang Indonesia yang lebih kuat.












