BeritaHeadline

Menebar Manfaat di Bringinbendo: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Kaum Dhuafa

34
×

Menebar Manfaat di Bringinbendo: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Kaum Dhuafa

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Terik matahari di pertengahan bulan April tidak menyurutkan langkah tim pendistribusian BAZNAS Kabupaten Sidoarjo untuk menyapa warga di pelosok desa. Pada Kamis (9/4/2026), semangat filantropi terpancar jelas saat petugas menyusuri gang-gang sempit di Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman. Kehadiran mereka membawa misi mulia: menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah melalui program bantuan biaya hidup bagi warga yang membutuhkan.

Tepat pukul 10.30 WIB, rombongan yang terdiri dari staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Syukron In’am dan M. Sofwan, serta didampingi oleh Miftah, mahasiswa magang dari UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, mulai mendatangi satu per satu rumah penerima manfaat. Senyum ramah dan doa-doa tulus menyambut kedatangan tim di setiap pintu yang diketuk.

Sentuhan Kasih bagi Pejuang Keluarga

Bantuan biaya hidup kali ini menyasar lima orang warga yang selama ini berjuang keras bertahan di tengah himpitan ekonomi. Salah satunya adalah Nur Aini (35), seorang tukang pijat keliling. Dengan penghasilan yang tidak menentu, bantuan ini menjadi oase di tengah dahaga kebutuhan pokok yang kian melambung.

Tak jauh dari kediaman Nur Aini, tim menemui Sri Handayani (58), seorang ibu tangguh yang sehari-harinya menyambung hidup sebagai pemulung. Di usianya yang senja, ia masih harus memeras keringat di jalanan. Raut haru tampak di wajahnya saat menerima amplop bantuan dan dokumen resmi dari BAZNAS Sidoarjo.

Penyaluran berlanjut kepada tiga warga lainnya yang juga masuk dalam kategori mustahik (penerima zakat), yakni Nia Andriana (58), Markonah (58), dan Sriyani (54). Ketiganya merupakan warga kurang mampu yang selama ini kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Zakat: Pilar Penguat Ekonomi Umat

Dalam kesempatan tersebut, M. Sofwan, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, memberikan pernyataan mendalam mengenai urgensi kegiatan ini. Menurutnya, bantuan biaya hidup bukan sekadar pemberian materi, melainkan bentuk kehadiran negara dan agama di tengah kesulitan rakyat.

“Kami hadir di Desa Bringinbendo hari ini sebagai perpanjangan tangan dari para muzzaki (pembayar zakat). Bantuan biaya hidup ini bertujuan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang secara ekonomi sangat rentan, seperti Ibu Nur Aini yang bekerja sebagai tukang pijat dan Ibu Sri Handayani sebagai pemulung. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada warga Sidoarjo yang merasa sendirian dalam berjuang menghadapi kesulitan ekonomi,” ujar M. Sofwan dengan nada empati.

Lebih lanjut, Sofwan menekankan bahwa konsistensi BAZNAS dalam menyalurkan bantuan adalah kunci untuk menjaga stabilitas sosial di tingkat akar rumput.

 

Harapan Baru di Kamis Berkah

Keterlibatan mahasiswa magang seperti Miftah dari UINSA juga memberikan dimensi edukasi dalam kegiatan ini, menunjukkan bahwa nilai-nilai filantropi harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Transparansi dan ketepatan sasaran menjadi prioritas utama tim agar dana umat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh mereka yang berhak.

Desa Bringinbendo menjadi saksi bagaimana dana zakat mampu bertransformasi menjadi senyum dan harapan. Dengan dukungan masyarakat yang terus meningkat dalam menyalurkan zakatnya, BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan bantuan ke seluruh pelosok kabupaten.

Penyaluran hari ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian kolektif adalah modal utama dalam mengentaskan kemiskinan. Karena pada akhirnya, setiap rupiah zakat yang disalurkan bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menguatkan sendi-sendi kehidupan bangsa.

Zakat Menguatkan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!