
SIDOARJO – Ijazah bukan sekadar selembar kertas bertanda tangan dan berstempel resmi. Bagi para siswa, ia adalah kunci pembuka gerbang masa depan. Namun, ketika gembok ekonomi menjadi penghalang untuk memilikinya, di sanalah zakat hadir sebagai solusi nyata yang memerdekakan.
Pada Kamis (9/4), suasana hangat menyelimuti kantor MI Al-Hikmah, Kecamatan Taman. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam program pendidikan melalui aksi nyata penyaluran bantuan biaya tebus ijazah. Kehadiran tim pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang terdiri dari Syukron In’am dan Sofwan, didampingi mahasiswa magang dari UINSA, Miftah, menjadi jembatan harapan bagi dua keluarga yang sempat terkendala administratif.
Membuka Jalan Menuju Pesantren
Kisah pertama datang dari M. Rizki Abdul Muslim, warga Desa Tanjungsari. Rizki yang kini tengah menimba ilmu di pondok pesantren sangat membutuhkan ijazah aslinya untuk kelengkapan studi. Karena keterbatasan ekonomi, ijazah tersebut sempat tertahan di sekolah.
Penyerahan bantuan dilakukan dengan penuh khidmat, disaksikan oleh pihak sekolah dan orang tua murid. Begitu prosesi penyerahan selesai, ijazah langsung berpindah ke tangan orang tua Rizki dengan rasa syukur yang mendalam. Dengan diterimanya dokumen penting tersebut, Rizki kini dapat fokus beribadah dan belajar di pesantren tanpa harus terbebani urusan administrasi yang tertinggal.
Zakat Mengembalikan Senyum dan Cita-Cita
Suasana haru kian memuncak saat tim bertemu dengan keluarga Athoilah Romdon Fando. Sang ayah, M. Subeki, sehari-harinya mengabdi sebagai tukang kebun sekolah. Meski berada di lingkungan pendidikan setiap hari, keterbatasan ekonomi sempat membuatnya tak berdaya untuk mengambil ijazah putranya sendiri.
Tanpa ijazah di tangan, langkah Athoilah untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi sempat terhenti. Namun, melalui dana zakat yang dikelola BAZNAS Sidoarjo, hambatan tersebut runtuh. Pihak sekolah segera menyerahkan ijazah begitu bantuan disalurkan.
“Kami di BAZNAS Sidoarjo memahami bahwa pendidikan adalah fondasi utama bagi generasi mendatang. Jangan sampai ada anak yang terhenti langkahnya hanya karena kendala biaya administrasi ijazah. Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan amanah para muzakki dapat langsung dirasakan manfaatnya, memberikan kemerdekaan belajar bagi anak-anak kita,” ujar Sofwan, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, di sela-sela kegiatan.

Komitmen untuk Masa Depan
Subeki, dengan mata berkaca-kaca, menyampaikan rasa terima kasihnya yang tak terhingga kepada BAZNAS Sidoarjo. Ia berjanji akan segera mendaftarkan anaknya ke sekolah lanjutan agar cita-cita sang putra tetap terjaga.
Program tebus ijazah ini merupakan representasi dari semangat “Zakat Menguatkan Indonesia.” BAZNAS Sidoarjo membuktikan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar bantuan konsumtif, melainkan instrumen strategis untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Ketika ijazah telah di tangan, langkah kaki para siswa MI Al-Hikmah ini tak lagi berat. Mereka kini siap menyongsong hari esok dengan kepercayaan diri yang penuh, membawa doa dari para muzakki yang telah memuluskan jalan mereka.
Zakat Menguatkan Indonesia












