BeritaHeadline

Menyambung Asa di Kalijaten: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Biaya Hidup bagi Lansia Dhuafa

41
×

Menyambung Asa di Kalijaten: BAZNAS Sidoarjo Salurkan Bantuan Biaya Hidup bagi Lansia Dhuafa

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Senyum haru merekah di wajah Ibu Dewi Wuryandari dan Ibu Trisno Ningsih saat langkah kaki para amil BAZNAS Kabupaten Sidoarjo memasuki Kantor Kelurahan Kalijaten, Kecamatan Taman. Di tengah hiruk-pikuk ekonomi yang kian menantang, kehadiran zakat hadir sebagai oase, memberikan kepastian bahwa mereka tidak sendirian dalam berjuang menyambung hidup.

Pada Kamis (09/04/2026), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali melaksanakan misi kemanusiaannya. Melalui program pendayagunaan dan pendistribusian, BAZNAS menyalurkan bantuan biaya hidup bagi keluarga kurang mampu di wilayah Kelurahan Kalijaten. Program ini merupakan manifestasi nyata dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang bertujuan untuk menjaga martabat serta memenuhi kebutuhan dasar mustahik (penerima zakat).

Langkah Nyata di Garis Depan Kemanusiaan

Tim pelaksana yang dipimpin oleh Syukron In’am dan Sofwan, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, hadir langsung untuk memastikan amanah para muzakki (pembayar zakat) tersampaikan dengan tepat sasaran. Turut serta dalam giat ini, Miftah, mahasiswa UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya yang tengah menjalani program magang, ikut merasakan denyut nadi pelayanan filantropi di lapangan.

Kedatangan tim disambut hangat di kantor kelurahan. Bagi Ibu Dewi (56) dan Ibu Trisno Ningsih (63), bantuan ini bukan sekadar lembaran rupiah, melainkan secercah harapan. Di usia senja, dengan keterbatasan ekonomi yang menghimpit, bantuan biaya hidup ini menjadi tumpuan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan kesehatan sehari-hari.

Zakat: Jembatan Kasih Sayang

Dalam kesempatan tersebut, Sofwan, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang terlibat langsung dalam verifikasi dan penyerahan, memberikan pernyataan yang menyentuh terkait urgensi program ini.

“Kami hadir bukan hanya untuk menyerahkan bantuan secara administratif, tetapi untuk membawa pesan cinta dari para pembayar zakat kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Zakat adalah instrumen yang luar biasa dalam Islam untuk mengikis kesenjangan sosial. Melihat binar mata Ibu Dewi dan Ibu Trisno hari ini mengingatkan kita semua bahwa sekecil apa pun kontribusi yang diberikan melalui BAZNAS, dampaknya sangat nyata bagi ketahanan hidup mereka,” ujar Sofwan dengan nada takzim.

Lebih lanjut, Sofwan menekankan bahwa konsistensi penyaluran bantuan biaya hidup ini adalah bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung program pemerintah daerah untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di Sidoarjo.

Zakat Menguatkan Indonesia

Filantropi Islam melalui BAZNAS terus bertransformasi menjadi pilar kekuatan bangsa. Dengan slogan “Zakat Menguatkan Indonesia,” setiap bantuan yang tersalurkan di Kelurahan Kalijaten menjadi bukti bahwa sistem gotong-royong berbasis religi ini mampu menjadi jaring pengaman sosial yang tangguh.

Miftah, mahasiswa magang UINSA, mengaku terkesan dengan pola pendekatan humanis yang dilakukan BAZNAS. Menurutnya, terjun langsung ke lapangan memberikan perspektif baru tentang bagaimana dana umat mampu mengubah duka menjadi ketenangan bagi lansia dhuafa.

Penyerahan bantuan berlangsung khidmat dan lancar. Ibu Trisno Ningsih, sembari mendekap bantuan yang diterima, hanya mampu berucap syukur dan mendoakan para donatur agar senantiasa diberikan keberkahan.

Dengan penyaluran ini, BAZNAS Sidoarjo berharap pesan kepedulian terus meluas, mengajak lebih banyak masyarakat untuk berzakat, sehingga tidak ada lagi warga di sudut-sudut Sidoarjo yang harus merasa sendirian dalam menghadapi sulitnya beban kehidupan.

 

BAZNAS Sidoarjo: Amanah, Profesional, dan Transparan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!