BeritaHeadline

Senyum Baru di Sudut Ngingas: Saat Zakat Mengubah Cemas Menjadi Tenang

10
×

Senyum Baru di Sudut Ngingas: Saat Zakat Mengubah Cemas Menjadi Tenang

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo — Di balik deru bising mesin industri Kecamatan Waru, terselip kisah pilu yang sekian lama sunyi di sebuah sudut Desa Ngingas. Adalah Muhammad Shokhih (53), seorang buruh penjaga warung kopi (warkop) yang saban hari menyambung hidup di tengah keterbatasan. Baginya dan keluarga, hujan bukan lagi berkah, melainkan teror yang mencekam. Hampir setahun lamanya, ia harus bertarung dengan rasa cemas yang hebat setiap kali langit mendung menyapa. Rumah tempatnya bernaung bersama istri dan anak tercinta berada dalam kondisi yang sangat membahayakan jiwa.

Kembali pada Kamis (16/04/2026) lalu, saat tim BAZNAS Sidoarjo pertama kali menginjakkan kaki di sana untuk melakukan assessment. Pemandangan yang tersaji sungguh menyayat hati. Sebagian besar atap rumah, mulai dari area teras hingga ruang tengah, telah ambruk dan lapuk dimakan usia. Kayu-kayu penyangga yang menghitam tampak ringkih, memaksa keluarga dhuafa ini mengosongkan beberapa kamar karena risiko roboh yang mengintai sewaktu-waktu. Sebagai buruh warkop dengan penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan dapur, merenovasi rumah adalah mimpi yang teramat jauh bagi Pak Shokhi.

Namun, janji Allah dalam syariat zakat tidak pernah ingkar. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Hanya berselang satu bulan sejak kunjungan awal tersebut, tepat pada Senin (18/05/2026), mendung kecemasan itu resmi berganti menjadi langit cerah penuh harapan. BAZNAS Sidoarjo kembali datang ke kediaman Pak Shokhi. Bukan lagi untuk memeriksa kayu yang lapuk, melainkan untuk melangsungkan monitoring akhir sekaligus serah terima BAST (Berita Acara Serah Terima) program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB).

Transformasi Nyata dari Dana Umat

Kini, hunian yang dulunya rapuh telah bersalin rupa. Dinding depan yang dahulunya kusam kini berdiri kokoh dengan balutan cat hijau muda yang segar, membawa aura kehidupan baru. Atap-atap seng yang berlubang telah digantikan oleh struktur rangka asbes gelombang yang rapat dan kuat. Langkah kaki tim BAZNAS saat menyusuri bagian dalam rumah disambut oleh lantai keramik putih yang bersih, menggantikan lantai semen retak yang dahulu dingin dan lembap.

Rumah tersebut kini juga telah dilengkapi dengan fasilitas sanitasi jamban yang layak dan bersih di bagian belakang. Di teras depan, beberapa sangkar burung peliharaan Pak Shokhi tergantung rapi, berkicau riang seolah ikut merayakan runtuhnya rasa takut yang selama setahun ini menyelimuti penghuni rumah.

Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar, atau yang akrab disapa Gus Jazuk, yang memimpin langsung jalannya serah terima ini, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Sembari menyaksikan senyum sumringah yang kini terukir di wajah Pak Shokhi, Gus Jazuk menyampaikan komitmennya yang mendalam terhadap kemanusiaan.

“Alhamdulillah, janji kami sebulan lalu telah tunai. Melihat Pak Shokhi sekarang bisa berdiri di bawah atap yang kokoh tanpa rasa takut adalah kebahagiaan tertinggi kami. Inilah bukti nyata bahwa zakat menguatkan Indonesia. Ketika dana zakat, infak, dan sedekah dikelola dengan profesional dan tepat sasaran, ia memiliki kekuatan besar untuk mengangkat martabat kaum dhuafa, mengubah air mata kecemasan menjadi sujud syukur yang menenangkan.”

Zakat yang Menguatkan

Sore itu, penyerahan berkas BAST menjadi simbol babak baru kehidupan keluarga Pak Shokhi. Gurat lelah di wajah bapak satu anak itu kini sirna, digantikan binar mata yang berkaca-kaca penuh haru saat menerima map putih berlogo Garuda emas BAZNAS.

Melalui sinergi program RLHB ini, BAZNAS Sidoarjo kembali membuktikan bahwa kemiskinan dan keterbatasan struktural di sudut-sudut kota dapat dituntaskan melalui solidaritas umat Islam. Program ini bukan sekadar tentang membangun dinding dan memasang atap, melainkan tentang mengembalikan hak dasar seorang manusia: hak untuk merasa aman dan berdaya di rumahnya sendiri. Di bawah atap baru yang hijau menetramkan, keluarga Pak Shokhi kini akhirnya bisa memejamkan mata dengan tenang, memanjatkan doa terbaik bagi para mudzaki yang telah memanjangkan tangan kebaikan untuk mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!