BeritaHeadline

Jembatan Kebaikan Sidoarjo-Aceh: Menghidupkan Kembali Denyut Spiritual di Tanah Babo

8
×

Jembatan Kebaikan Sidoarjo-Aceh: Menghidupkan Kembali Denyut Spiritual di Tanah Babo

Sebarkan artikel ini

ACEH TAMIANG – Di ujung barat Indonesia, tepatnya di Pajak (Pasar) Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, sebuah doa yang sempat tertunda kini menemukan muaranya. Rabu, 13 Mei 2026, menjadi saksi bisu bagaimana solidaritas masyarakat Sidoarjo melalui BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Sidoarjo, berhasil memulihkan harapan warga setempat lewat peresmian Musholla Assalam.

Langkah kaki delegasi BAZNAS Sidoarjo yang dipimpin langsung oleh sang Ketua, M. Chasbil Aziz S.S. (Gus Jazuk), disambut hangat oleh senyum warga desa. Tak sekadar seremoni, kehadiran lembaga ini adalah wujud nyata dari misi kemanusiaan pascabencana yang dijalankan oleh tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB).

Membangun di Atas Puing Harapan

Pasca terjangan bencana beberapa waktu lalu, fasilitas ibadah di Pajak Babo menjadi kebutuhan yang sangat krusial. Tidak hanya untuk aktivitas spiritual, namun juga sebagai pusat sosial dan ekonomi warga pasar. BAZNAS Sidoarjo tidak hanya membangun dinding dan atap, tetapi juga memastikan keberlanjutan hidup melalui pembangunan fasilitas sumur bor.

“Kami menyadari bahwa air bersih adalah nadi kehidupan. Tanpanya, bersuci dan beraktivitas sehari-hari akan sulit. Maka, instalasi infrastruktur air ini kami kawal sejak awal Februari lalu,” ujar M Chasbil Aziz Salju Sodar,Ketua BAZNAS Sidoarjo.

Dalam proses peresmian yang penuh haru, Gus Jazuk menyampaikan pesan mendalam bagi seluruh masyarakat yang hadir. Beliau menegaskan bahwa jarak ribuan kilometer antara Jawa Timur dan Aceh bukanlah penghalang bagi kasih sayang sesama saudara sebangsa.

“Kami hadir di sini bukan hanya untuk membangun fisik bangunan, melainkan untuk membangun kembali harapan dan kepercayaan diri masyarakat pascabencana. Musholla Assalam ini adalah bukti nyata bahwa doa-doa masyarakat Babo bertemu dengan amanah dari para muzakki di Sidoarjo. Inilah sejatinya makna zakat: ia menjadi jembatan kebaikan yang melampaui batas geografis,” ungkap Gus Jazuk dalam sambutannya.

Sinergi Lintas Sektoral dan Keberlanjutan

Kehadiran tim BAZNAS Sidoarjo di Aceh juga menjadi momen konsolidasi bagi tokoh-tokoh kunci di Desa Babo. Terlihat hadir Datok Desa Babo, Bapak Chail Ramadhani, Imam Desa Bapak Jamaluddin, hingga penggerak komunitas lokal seperti Ibu Siti Hasnah (Ketua Pengajian Ibu-ibu) dan Ibu Wafiq Azizah (Ketua Pengajian Anak-anak).

Mahbub, Wakil Ketua 2 Bagian Distribusi, menjelaskan bahwa agenda ini tidak berhenti di satu titik. “Peresmian ini adalah satu mata rantai. Tim kami juga melakukan survei lokasi baru untuk pembangunan Mushollah Balai Pengajian dan fasilitas MCK di Pidie Jaya serta Aceh Utara. Ada amanah donasi dari santri dan alumni Pondok Pesantren Al-Falah Ploso senilai lebih dari 400 juta rupiah yang siap kami transformasikan menjadi manfaat nyata bagi Aceh,” tuturnya.

Zakat Menguatkan Indonesia

Aksi nyata ini—termasuk dapur umum Ramadhan swadaya yang sempat digerakkan tim BTB—menegaskan bahwa pengelolaan zakat yang tepat sasaran mampu memulihkan ketahanan umat secara holistik.

Dari Sidoarjo untuk Aceh, dari muzakki untuk mustahik, Musholla Assalam kini berdiri tegak. Ia bukan hanya tempat untuk bersujud, namun simbol kebangkitan ekonomi dan spiritual masyarakat Pajak Babo. Di bawah langit Aceh Tamiang, semangat “Zakat Menguatkan Indonesia” bukan lagi sekadar slogan, melainkan detak jantung pengabdian yang nyata.

 

BAZNAS Sidoarjo: Mengelola Amanah, Menebar Maslahah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!