
SIDOARJO – Mentari pagi di hari Senin (11/5) bersinar cukup terik, namun semangat tim pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo tak surut langkah. Mengusung misi kemanusiaan dalam bingkai program “Zakat Menguatkan Indonesia”, rombongan yang terdiri dari staf pelaksana M. Kholid, Syukron In’ami, serta Sultan, seorang mahasiswa magang, bergerak menyusuri jalanan Kecamatan Gedangan untuk menyalurkan amanah para muzakki.
Titik pertama yang disinggahi adalah SDN Keboansikep 2. Di sana, tawa riang anak-anak menyambut kedatangan tim. Kehadiran BAZNAS kali ini bertujuan untuk memberikan bantuan biaya pendidikan bagi sejumlah siswa yang membutuhkan. Didampingi oleh Kepala Sekolah, Ibu Winarsih, bantuan diserahkan secara simbolis kepada para penerima manfaat. Raut wajah penuh syukur terpancar dari para siswa yang kini memiliki harapan lebih cerah untuk melanjutkan sekolah tanpa terbebani biaya penunjang yang menghimpit.
Kholid, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menyatakan bahwa bantuan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan bentuk dukungan moral bagi generasi penerus bangsa.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa tidak ada anak di Sidoarjo yang mimpinya harus terhenti karena kendala ekonomi. Zakat yang dititipkan masyarakat melalui BAZNAS adalah motor penggerak untuk menguatkan pendidikan mereka. Melihat senyum adik-adik di SDN Keboansikep 2 ini adalah pengingat bahwa amanah ini harus terus tersampaikan dengan tepat sasaran,” ujar Kholid di sela-sela kegiatan.
Perjalanan kemanusiaan berlanjut di lokasi yang sama, namun menyasar sosok-sosok yang selama ini bekerja di balik layar sekolah. Pak Dedik Setiawan, sang satpam, dan Pak Edy Kuswanto, tukang kebun sekolah, menerima bantuan biaya hidup. Pengabdian mereka dalam menjaga keamanan dan keasrian lingkungan sekolah mendapat apresiasi tulus melalui penyaluran zakat ini sebagai penopang kebutuhan sehari-hari keluarga mereka.

Menjelang siang, tim bergeser ke Kantor Desa Sawotratap untuk menemui Ibu Nanin Irawati guna menyerahkan bantuan biaya hidup. Kehadiran tim BAZNAS menjadi oase bagi Bu Nanin di tengah perjuangannya mencukupi kebutuhan rumah tangga. Tak jauh dari sana, tim juga menyalurkan bantuan serupa untuk Ibu Nanik Budi Rahayu. Namun, karena kondisi kesehatannya yang mengharuskan beliau rutin kontrol berobat ke rumah sakit, bantuan diterima oleh Ibu Indar, Kasi Pemerintahan Desa Sawotratap, sebagai perwakilan.
“Kami sangat memahami kondisi Bu Nanik Budi Rahayu yang sedang berjuang untuk pulih. Itulah mengapa bantuan ini kami titipkan melalui perangkat desa setempat agar segera sampai ke tangan beliau. Inilah esensi dari Zakat Menguatkan Indonesia; saling menjaga, saling membantu, terutama bagi mereka yang sedang diuji dengan sakit dan kekurangan,” tambah Kholid dengan nada empatik.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat yang profesional dapat menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari pelajar hingga pekerja harian dan warga yang sedang sakit, semua dirangkul dalam semangat persaudaraan. Melalui setiap bantuan yang tersalurkan, BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus merajut jaring pengaman sosial, memastikan kemuliaan bagi setiap mustahik, dan menguatkan Indonesia dari lingkup daerah.












