BeritaHeadline

Pelukan Hangat di Ujung Selatan Sidoarjo: Asa Baru untuk Lansia dan Pejuang Keluarga di Jabon

22
×

Pelukan Hangat di Ujung Selatan Sidoarjo: Asa Baru untuk Lansia dan Pejuang Keluarga di Jabon

Sebarkan artikel ini

Kecamatan Jabon menyimpan kisah-kisah ketegaran jiwa yang tersembunyi di balik kesederhanaan pedesaan. Pada Rabu, 16 September 2026, Petugas BAZNAS Kabupaten Sidoarjo yang digawangi oleh Abah M. Naim dan Abdul Ghoni, didampingi aparat desa setempat (Kesra Semambung), menyusuri wilayah Semambung, Kupang Kidul, dan Trompoasri. Kehadiran mereka membawa angin sejuk bagi para perempuan sepuh dan dhuafa yang menjalani sisa usia di tengah himpitan ekonomi yang kian menantang.

 

Di Desa Semambung, petugas menemui Ibu Kasiatun, seorang janda tua yang hidup sebatang kara dalam kesederhanaan mutlak. Tak jauh dari sana, empati mendalam tertuju pada Ibu Musniwatii, seorang janda yang harus menghadapi ujian berat hidup seorang diri dalam kondisi tubuh yang lumpuh akibat serangan stroke. Kondisi serupa ditemui pada Ibu Sutarmi di Kupang Kidul dan Ibu Sulistyowati di Trompoasri, yang keduanya dikategorikan layak dibantu sebagai lansia prasejahtera tanpa penopang ekonomi yang memadai.

 

“Zakat menolong sesama di dunia, menyelamatkan kita di akhirat. Tugas kami di lapangan adalah memastikan bahwa uluran tangan para dermawan sampai tepat di tangan mereka yang paling renta, menghapus air mata para janda tua dan warga sakit di Jabon,” ujar M. Naim (Abah Naim) usai merampungkan asesmen di Desa Trompoasri.

 

Intervensi yang diberikan BAZNAS melalui program bantuan biaya hidup ini memberikan dampak substantif yang mendalam. Secara tidak langsung, kehadiran amil menaikkan derajat kesejahteraan psikologis para penerima manfaat, mengurangi beban kerentanan fisik, dan memulihkan rasa percaya diri mereka bahwa masyarakat luas masih peduli pada eksistensi mereka. Dukungan ini juga meringankan beban moral para tetangga dan kerabat dekat yang selama ini berjibaku merawat mereka dalam keterbatasan.

Melalui kerja nyata di lapangan, para petugas membuktikan bahwa filantropi Islam memiliki daya jangkau yang menyentuh hingga ke relung terdalam kemanusiaan. Zakat menjelma menjadi jembatan kasih sayang yang menyambungkan tangan para muzakki dermawan dengan denyut nadi kehidupan kaum dhuafa, meneguhkan janji bahwa kepedulian sosial adalah kunci keselamatan di dunia dan akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!