BeritaHeadline

Merajut Asa di Bringinbendo: Ketika Solidaritas Zakat Mengubah Beban Hidup Menjadi Senyuman Kebangkitan

14
×

Merajut Asa di Bringinbendo: Ketika Solidaritas Zakat Mengubah Beban Hidup Menjadi Senyuman Kebangkitan

Sebarkan artikel ini

Di tengah deru kendaraan dan dinamika harian perkotaan, sudut-sudut Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, menyimpan cerita getir perjuangan hidup warga prasejahtera. Rabu pagi, 16 September 2026, langkah kaki Petugas BAZNAS Kabupaten Sidoarjo yang dimotori oleh Badrus bersama Hamdani, Bayu (anak magang), dan perangkat desa setempat (Pak Jatmiko), hadir membawa gelombang harapan baru. Kehadiran mereka bukan sekadar menunaikan tugas administratif, melainkan memeluk asa warga yang hampir padam dihimpit himpitan ekonomi ekstrem.

 

Salah satu potret paling mengharukan datang dari kisah Bapak Dwi Joko Santoso (49). Mantan pengemudi ojek online ini harus menelan pil pahit setelah kecelakaan tragis di Jalan Raya Kletek pada akhir Juni 2026 meremukkan kaki dan pinggulnya. Tak hanya kehilangan sumber nafkah, ia bersama keluarganya harus berjuang melunasi kontrakan rumah dan biaya kontrol rutin ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Beban berat tersebut kini terpaksa dipikul sang istri yang menggantikannya mencari nafkah sebagai pengemudi ojek online Shopee. Melalui asesmen mendalam, BAZNAS menetapkan uluran tangan nyata untuk meringankan beban harian keluarga ini.

 

“Zakat menolong sesama di dunia, menyelamatkan kita di akhirat. Kehadiran kami di Bringinbendo hari ini adalah wujud nyata bahwa dermawan melalui BAZNAS tidak pernah membiarkan warga berjuang sendirian melawan musibah berat,” ungkap Badrus saat menyerahkan bantuan secara simbolis di Balai Desa Bringinbendo.

Tidak berhenti pada Pak Dwi Joko, penyaluran hari itu juga menyentuh kediaman Ibu Supiati (72) yang hidup dalam keterbatasan lansia, serta meringankan beban para pencari nafkah tangguh seperti Bapak M. Syaiful Anwar dan Bapak M. Amin yang sehari-hari menggantungkan hidup sebagai tukang rosok dan kuli batu. Sentuhan kepedulian serupa turut diberikan kepada keluarga Bapak Choirul Anam, serta dukungan khusus bagi kegiatan sosial rukun tetangga (RT 08) guna menyantuni para dhuafa setempat.

 

Setiap rupiah dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun terbukti mampu menciptakan efek berantai yang luar biasa. Bantuan biaya hidup senilai ratusan ribu rupiah ini bukan sekadar angka transaksi keuangan, melainkan stimulus psikologis yang mengembalikan martabat kemanusiaan, meredakan kecemasan esok hari, dan membangkitkan kembali mental produktif warga untuk bangkit dari keterpurukan. Zakat sekali lagi membuktikan posisinya sebagai instrumen ilahiah dan sosial yang paling efektif merajut ketahanan sosial masyarakat di tingkat akar rumput.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!