BeritaHeadline

BAZNAS Sidoarjo Hadir di Kedungboto: Menyambung Asa Bu Mas’amah dan Perjuangan Bapak Zakariyah

37
×

BAZNAS Sidoarjo Hadir di Kedungboto: Menyambung Asa Bu Mas’amah dan Perjuangan Bapak Zakariyah

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Terik matahari di Desa Kedungboto, Kecamatan Porong, tidak menyurutkan langkah tim pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo untuk menyusuri gang-gang sempit demi menunaikan amanah para muzzaki. Pada Selasa, 14 April 2026, sebuah misi kemanusiaan dilaksanakan: menyalurkan bantuan biaya hidup bagi warga yang membutuhkan, sebagai wujud nyata bahwa zakat bukan sekadar angka, melainkan napas kehidupan bagi mereka yang terpinggirkan.

Ketegaran di Tengah Kesendirian

Tujuan pertama tim adalah kediaman Ibu Mas’amah. Di usianya yang senja, ia harus menjalani hari-hari dalam kesendirian. Tanpa sandaran keluarga inti, biaya hidup menjadi tantangan harian yang berat. Kedatangan tim BAZNAS Sidoarjo yang terdiri dari staf pelaksana M. Sofwan, Hamdani, Syukron In’am, serta mahasiswa magang UIN Sunan Ampel Surabaya, Chadziq, membawa secercah senyum di wajahnya.

Bantuan biaya hidup yang diserahkan diharapkan dapat meringankan beban operasional harian Ibu Mas’amah, memastikan bahwa di tengah kesendiriannya, ia tidak merasa berjalan sendirian karena kepedulian umat hadir melalui BAZNAS.

Cinta dan Kesetiaan di Tengah Ujian Stroke

Perjalanan berlanjut menuju rumah Ibu Sofeiyah. Namun, bantuan tersebut diterima langsung oleh suaminya, Bapak Zakariyah. Suasana haru menyelimuti ruangan saat tim melihat kondisi Bapak Zakariyah yang sudah bertahun-tahun terbaring lemah akibat stroke. Pasangan suami istri ini menjalani masa tua tanpa kehadiran anak, sehingga praktis mereka hanya bisa mengandalkan uluran tangan dan keteguhan hati satu sama lain.

Bagi keluarga ini, bantuan biaya hidup dari BAZNAS Sidoarjo bukan sekadar nominal uang, melainkan pengakuan atas martabat mereka sebagai manusia yang layak dibantu. Penyerahan bantuan dilakukan dengan penuh khidmat, disaksikan oleh perangkat desa setempat yang turut mendampingi.

 

Komitmen Melayani dengan Hati

Hamdani, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menegaskan bahwa pendistribusian ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan lembaga untuk menyasar “kantong-kantong” kemiskinan yang sering kali tidak terlihat oleh publik.

“Kami hadir di Desa Kedungboto hari ini untuk memastikan bahwa amanah dari para muzzaki sampai ke tangan yang tepat. Melihat kondisi Bapak Zakariyah yang sakit menahun dan Ibu Mas’amah yang hidup sebatang kara, kami menyadari bahwa kehadiran BAZNAS harus menjadi solusi nyata. Kami tidak hanya memberi bantuan, tapi kami membawa pesan bahwa mereka adalah bagian dari keluarga besar kita yang tidak boleh terlupakan,” ujar Hamdani di sela-sela kegiatan.

Zakat Menguatkan Indonesia

Melalui program bantuan biaya hidup ini, BAZNAS Sidoarjo terus bertransformasi menjadi lembaga yang adaptif dan responsif terhadap problematika sosial di akar rumput. Kolaborasi dengan akademisi, seperti keterlibatan mahasiswa magang UINSA, juga menjadi bukti bahwa edukasi filantropi harus ditanamkan sejak dini.

Kegiatan hari ini di Kedungboto menjadi pengingat bagi kita semua: bahwa di setiap harta yang kita miliki, ada hak mereka yang membutuhkan. Dengan zakat yang dikelola secara profesional, kita tidak hanya membantu individu, tetapi juga memperkuat struktur sosial bangsa.

Zakat Menguatkan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!