BeritaHeadline

Asa di Balik Selembar Ijazah: BAZNAS Sidoarjo Tebus Harapan Anak Penjual Bakso Keliling

12
×

Asa di Balik Selembar Ijazah: BAZNAS Sidoarjo Tebus Harapan Anak Penjual Bakso Keliling

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Pendidikan adalah jembatan menuju kesejahteraan, namun bagi sebagian orang, jembatan itu terkadang terputus oleh tembok ekonomi yang tinggi. Cerita pilu tentang ijazah yang tertahan akibat tunggakan biaya sekolah kembali mengetuk pintu nurani. Menanggapi hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo hadir sebagai penyambung harapan bagi mereka yang terhimpit keadaan.

Pada Kamis pagi (16/4/2026), suasana di SMK PGRI 2 Sidoarjo tampak berbeda. Raut wajah penuh kecemasan yang selama dua tahun menyelimuti keluarga Mardjadi (59) perlahan berganti dengan binar kelegaan. Melalui program pendayagunaan zakat, BAZNAS Sidoarjo secara resmi menebus ijazah milik Revalina Ayu Dwiyanti, siswi jurusan Akuntansi yang telah lulus sejak tahun 2024 namun belum bisa membawa pulang bukti kelulusannya.

Respons Cepat Terhadap Keluh Kesah Mustahik

Kehadiran BAZNAS dalam kasus ini bukanlah tanpa alasan. Informasi mengenai tertahannya ijazah anak seorang penjual bakso keliling ini sempat menjadi perbincangan hangat dan viral di tengah masyarakat. Bagi BAZNAS, ini adalah panggilan tugas untuk memastikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzzaki sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan akses pendidikan dan masa depan.

Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi, dan Umum BAZNAS Sidoarjo, Drs. H. Ilhamuddin, yang turun langsung dalam proses serah terima tersebut menyatakan bahwa tindakan ini adalah bentuk nyata komitmen BAZNAS dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Kami mendapatkan informasi adanya berita viral mengenai seorang siswi, anak penjual bakso keliling, yang ijazahnya tertahan selama dua tahun sejak lulus tahun 2024. Mendapati fakta bahwa wali murid memang berada dalam kondisi tidak mampu untuk melunasi tunggakan, BAZNAS Sidoarjo merasa terpanggil untuk segera menyelesaikan persoalan ini,” ujar Ilhamuddin dengan nada tegas namun penuh empati.

Melunasi Tunggakan, Membuka Pintu Masa Depan

Ijazah bukan sekadar lembaran kertas, melainkan “kunci” bagi Revalina untuk memasuki dunia kerja dan membantu ekonomi keluarganya. BAZNAS Sidoarjo bergerak cepat dengan melunasi seluruh tunggakan biaya sekolah sebesar Rp1.528.000.

Proses penyerahan dilakukan secara sederhana di salah satu ruang sekolah. Pihak SMK PGRI 2 Sidoarjo yang diwakili oleh Waka Kurikulum, Ibu Kayatun, menyerahkan dokumen berharga tersebut langsung kepada Mardjadi. Air mata haru tak terbendung dari wajah pria paruh baya yang sehari-hari berjuang di jalanan menjajakan bakso tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada BAZNAS Sidoarjo. Alhamdulillah, berkat bantuan ini, ijazah anak saya akhirnya bisa keluar. Ke depan, ijazah ini sangat berarti bagi anak saya untuk mencari pekerjaan yang lebih layak,” tutur Mardjadi sembari menggenggam erat map berisi ijazah anaknya.

Zakat Menguatkan Indonesia

Aksi filantropi ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa zakat memiliki kekuatan transformatif. BAZNAS Sidoarjo terus berupaya memastikan tidak ada anak bangsa di Sidoarjo yang langkahnya terhenti hanya karena persoalan biaya administratif sekolah.

Dengan tuntasnya persoalan ini, Revalina kini memiliki bekal formal untuk merajut cita-citanya. Di balik keberhasilan tebus ijazah ini, ada doa dari para muzzaki dan kerja keras para amil yang percaya bahwa setiap rupiah zakat yang disalurkan adalah investasi untuk masa depan Indonesia yang lebih kuat.

Zakat Menguatkan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!