
SIDOARJO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam mentasharufkan amanah muzakki langsung ke pintu-pintu rumah mustahik. Pada Senin (13/04/2026), tim BAZNAS Sidoarjo bergerak menyisir Kecamatan Tarik untuk menyalurkan bantuan biaya hidup bagi warga yang membutuhkan.
Langkah kaki kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sidoarjo, M. Mahbub (yang akrab disapa Gus Mahbub), didampingi staf pelaksana Kholid Musyadad, serta mahasiswa magang dari UINSA, EM Hadzik. Perjalanan diawali tepat pukul 10.30 WIB di Balai Desa Kalimati. Di sana, senyum syukur merekah dari wajah 17 warga penerima manfaat yang telah berkumpul. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dengan penuh kekeluargaan, disaksikan oleh perangkat desa setempat.
Mengetuk Pintu, Menyampaikan Amanah
Usai dari Balai Desa Kalimati, tim tidak lantas pulang. Gus Mahbub beserta tim justru melanjutkan perjalanan “door-to-door” untuk menjangkau warga yang karena keterbatasan fisik atau usia, tidak mampu hadir ke balai desa.
Di Desa Kramat Temenggung, tim mengunjungi kediaman Ibu Heni Yuningsih dan Ibu Widarti. Suasana haru menyelimuti saat bantuan biaya hidup diserahkan langsung di ruang tamu sederhana mereka. Tak jauh dari sana, tim juga menyambangi lapak dagangan Ibu Niati. Di tengah perjuangannya mencari nafkah sehari-hari, bantuan ini hadir sebagai oase yang meringankan beban ekonomi keluarga.
Perjalanan berlanjut ke Desa Janti untuk menemui Ibu Nanik Nursasih, dan berakhir di Desa Kemuning di kediaman Ibu Sukiati. Kehadiran tim BAZNAS yang didampingi oleh perangkat desa seperti Pak Budiono Mudin dan Pak Ferry Kurniawan, menegaskan bahwa kolaborasi antara lembaga filantropi dan pemerintah desa sangat krusial dalam akurasi data kemiskinan.
Zakat: Jembatan Kesejahteraan
Di sela-sela kegiatan pendistribusian, Gus Mahbub menekankan bahwa bantuan biaya hidup ini bukan sekadar pemberian materi, melainkan bentuk kehadiran negara dan agama melalui dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
“Kami datang bukan hanya untuk memberi, tapi untuk memastikan bahwa saudara-saudara kita di pelosok Sidoarjo tidak merasa sendirian. Bantuan biaya hidup ini adalah titipan dari para muzakki yang harus sampai tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Harapan kami, bantuan ini dapat menyambung napas ekonomi keluarga dan menjadi pemantik semangat bagi mereka untuk terus berikhtiar,” ujar Gus Mahbub.

Ia juga menambahkan bahwa gerakan ini adalah bagian dari kampanye besar untuk membuktikan bahwa zakat memiliki peran vital dalam stabilitas sosial.
“Zakat adalah instrumen yang sangat kuat. Melalui pengelolaan yang transparan dan terjun langsung ke lapangan seperti ini, kita membuktikan bahwa Zakat Menguatkan Indonesia, dimulai dari desa-desa kita di Sidoarjo,” tegasnya.
Kegiatan yang berakhir pada sore hari ini meninggalkan jejak syukur di setiap rumah yang dikunjungi. BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus melakukan asesmen dan tindak lanjut terhadap kondisi para mustahik, agar bantuan yang diberikan tidak berhenti pada sekali pemberian, namun berujung pada pemberdayaan yang berkelanjutan.
Zakat Menguatkan Indonesia












