
SIDOARJO – Awal pekan ini, Senin (22/06/2026), menjadi momentum penuh makna bagi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo. Melalui tangan dingin staf pelaksana, Dani Prabowo dan Mulyono, BAZNAS Sidoarjo kembali menebar kebaikan melalui aksi nyata pendistribusian bantuan yang menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan.
Dalam sebuah rangkaian aksi yang menyentuh hati, tim BAZNAS Sidoarjo hadir untuk memastikan zakat yang terhimpun dari para muzaki tersalurkan dengan tepat sasaran, berkeadilan, dan berdampak luas.
Menerangi Masa Depan di Sekolah
Pagi hari dimulai dengan kunjungan ke SDN Kedungsugo 1, Kecamatan Prambon. Di sana, bantuan biaya pendidikan diserahkan kepada sepuluh siswa yang membutuhkan. Kehadiran tim BAZNAS di sekolah ini bukan sekadar memberikan bantuan finansial, melainkan memberikan suntikan moral agar anak-anak bangsa tetap semangat menggapai mimpi di bangku sekolah.
Membuka Akses, Memulihkan Martabat
Tak berhenti di sektor pendidikan, langkah tim BAZNAS berlanjut menuju Dusun Tanggul Kidul, Desa Tanggul, Kecamatan Wonoayu. Kali ini, bantuan berupa kursi roda diberikan kepada Ibu Masitoh. Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS terhadap aksesibilitas dan kesehatan kaum dhuafa, agar mereka yang memiliki keterbatasan fisik tetap memiliki kesempatan untuk beraktivitas dan menjalani kehidupan dengan lebih bermartabat.
Mulyono, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, dalam sebuah kutipan langsung menekankan esensi dari setiap bantuan yang disalurkan.
“Bagi kami, setiap bantuan bukan sekadar angka atau barang. Ini adalah amanah umat yang harus kami jaga marwahnya. Ketika kami menyerahkan kursi roda atau bantuan pendidikan, kami sedang berikhtiar untuk memutus mata rantai kesulitan mereka. Kami ingin mereka merasakan kehadiran zakat yang tidak hanya membantu hari ini, tetapi juga membukakan pintu harapan untuk esok yang lebih cerah,” ujar Mulyono dengan nada haru.

Nilai Lebih dari Sekadar Zakat
Jika dipandang dari perspektif Social Return on Investment (SROI), aksi hari ini melampaui nilai material yang disalurkan. Investasi sosial berupa biaya pendidikan menciptakan multiplier effect jangka panjang; seorang anak yang tetap sekolah adalah investasi bagi pengentasan kemiskinan di masa depan. Begitu pula dengan bantuan kursi roda bagi Ibu Masitoh, yang tidak hanya meningkatkan kemandirian beliau, tetapi juga meringankan beban keluarga pendamping.
Secara sosial, bantuan ini menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi zakat, sekaligus memperkuat kohesi sosial di Sidoarjo. Dampak ini jauh lebih besar daripada sekadar nilai nominal bantuan yang diberikan.
Inilah wujud nyata bahwa Zakat Menguatkan Indonesia. Melalui aksi jemput bola yang dilakukan Dani Prabowo dan Mulyono, BAZNAS Sidoarjo terus meneguhkan komitmen sebagai jembatan kebaikan, mengubah titipan zakat menjadi senyum keberdayaan bagi mereka yang membutuhkan.












