BeritaHeadline

Jejak Kemanusiaan: Menyemai Harapan di Sidoarjo

7
×

Jejak Kemanusiaan: Menyemai Harapan di Sidoarjo

Sebarkan artikel ini

Kamis, 18 Juni 2026, matahari bersinar terik di langit Sidoarjo, namun tidak menyurutkan langkah para amil BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Hari ini adalah perjalanan panjang yang merajut benang-benang harapan bagi mereka yang berada di titik terendah kehidupan. Dalam semangat Zakat Menguatkan Indonesia, tim BAZNAS bergerak menyapa warga, memastikan bahwa uluran tangan para muzakki sampai tepat kepada mereka yang membutuhkan.

Perjalanan dimulai dengan menyusuri pelosok-pelosok desa. Di Kelurahan Taman, tim BAZNAS mendatangi Bp. Muin, seorang lansia berusia 64 tahun yang hidup sebatang kara. Kondisi tempat tinggalnya jauh dari kata layak, berdiri di atas tanah bukan miliknya, menjadi potret pilu di tengah hingar-bingar pembangunan kota. Kehadiran amil BAZNAS di sana adalah upaya nyata untuk meringankan beban hidupnya. Begitu pula saat tim bergerak menuju Desa Bringinbendo untuk menyapa Ibu Alimah, lansia 69 tahun yang masih gigih berjuang berjualan nasi, serta Bp. Purwanto, yang juga tengah berjuang dengan keterbatasan ekonomi.

Tidak hanya menyasar bantuan biaya hidup, kepedulian BAZNAS juga menyentuh aspek pendidikan dan spiritualitas. Di SDN Bringinbendo 1, keceriaan tampak terpancar dari wajah-wajah siswa-siswi yang menerima dukungan untuk keberlangsungan pendidikan mereka. Di tempat lain, Desa Panjunan, Sukodono, BAZNAS hadir mendukung transformasi bangunan rumah dinas lama menjadi musholla SDN setempat. Kehadiran tim di lokasi tersebut,  mencerminkan komitmen lembaga untuk mendukung fasilitas keagamaan yang menjadi pusat peradaban spiritual di sekolah.

Dalam setiap langkah, para amil—Minan Abdul Haq, M. Sofwan, dan M. Sykron—berkolaborasi erat dengan perangkat desa, kepala sekolah, hingga pihak RT setempat. Sinergi ini memastikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak yang nyata bagi penerima manfaat.

Bagi tim di lapangan, setiap kunjungan bukanlah sekadar rutinitas penyaluran bantuan, melainkan misi kemanusiaan yang mendalam. Minan Abdul Haq, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang terlibat aktif dalam kegiatan ini, menegaskan esensi dari setiap tindakan yang dilakukan.


“Setiap kunjungan yang kami lakukan adalah pengingat betapa luasnya tanggung jawab kita terhadap sesama. Melihat kondisi para penerima manfaat secara langsung membuat kami sadar bahwa zakat yang ditunaikan oleh para muzakki bukan sekadar angka, melainkan napas baru bagi mereka yang sedang berjuang. Kami hadir untuk memastikan tidak ada lagi saudara kita yang merasa sendirian dalam kesulitan,” ujar Minan Abdul Haq dengan penuh empati.

Perjalanan hari ini menegaskan kembali bahwa zakat memiliki kekuatan luar biasa untuk mengubah keadaan. Dari sekadar bertahan hidup menjadi memiliki harapan untuk masa depan yang lebih baik. BAZNAS Sidoarjo akan terus berkomitmen untuk menjadi jembatan kebaikan, menyusuri setiap sudut Sidoarjo, dan memastikan bahwa semangat berbagi tidak pernah padam. Karena pada akhirnya, zakat memang benar-benar menguatkan Indonesia, satu jiwa, satu senyuman, dan satu harapan pada satu waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!