
Sidoarjo, Senin, 22 Juni 2026 – Di bawah naungan semangat filantropi yang tak kunjung padam, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo kembali meneguhkan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan pendidikan bagi generasi muda. Pada Senin, 22 Juni 2026, sinergi yang hangat terjalin antara BAZNAS Kabupaten Sidoarjo dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur melalui penyaluran bantuan biaya pendidikan yang sangat berarti bagi para siswa di SMA Islam Sidoarjo.
Program distribusi ini menyasar empat siswa yang membutuhkan, dengan total dana bantuan mencapai 4 juta rupiah. Secara teknis, setiap siswa menerima dukungan sebesar 1 juta rupiah, yang disalurkan langsung oleh tim BAZNAS kepada Ibu Layli selaku Kepala Sekolah SMA Islam Sidoarjo. Bantuan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud nyata kepedulian umat untuk memastikan bahwa kendala finansial tidak menjadi dinding penghalang bagi para tunas bangsa untuk meraih cita-cita.
Drs. Ilhamuddin, Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, yang hadir langsung dalam proses distribusi bersama staf pelaksana Ahmad Hamdani, menekankan pentingnya kehadiran zakat sebagai penopang kehidupan sosial. Beliau mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata bahwa zakat memiliki kekuatan untuk menciptakan perubahan sosial yang signifikan.
“Bantuan ini kita tujukan agar dapat meringankan beban tunggakan yang ada, sekaligus menjadi pemantik semangat baru bagi para siswa. Kami berharap, dukungan ini dapat membuat mereka lebih fokus dalam belajar, karena masa depan mereka adalah aset berharga bagi bangsa. Inilah esensi dari zakat, yakni memberikan harapan dan memastikan tidak ada anak yang putus asa di tengah jalan,” ujar Drs. Ilhamuddin.
Dalam perspektif Social Return on Investment (SROI), bantuan pendidikan ini memberikan dampak yang jauh melampaui nominal uang yang diberikan. Investasi sosial ini menciptakan ‘efek pengganda’ yang luar biasa. Dengan membantu siswa melunasi tunggakan, kita tidak hanya menyelamatkan status pendidikan mereka saat ini, tetapi juga sedang membangun fondasi ekonomi dan mental yang lebih tangguh bagi mereka di masa depan. Dampak jangka panjangnya adalah berkurangnya angka putus sekolah, meningkatnya kualitas sumber daya manusia, dan pada akhirnya, terciptanya kemandirian ekonomi keluarga yang akan mengangkat taraf hidup mereka secara keseluruhan.

Zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan sebuah gerakan pemberdayaan yang mampu menguatkan struktur sosial bangsa. Dengan setiap rupiah yang tersalurkan tepat sasaran, BAZNAS Sidoarjo terus berupaya menjadi jembatan kebaikan, mengubah kesulitan menjadi kemudahan, dan ketidakpastian menjadi harapan cerah bagi masa depan pendidikan di Sidoarjo.
Melalui aksi nyata ini, BAZNAS Sidoarjo mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung gerakan zakat, karena dengan berzakat, kita sedang menanam benih-benih kebaikan yang akan tumbuh menjadi kekuatan bangsa yang mandiri dan bermartabat.
Zakat Menguatkan Indonesia












