BeritaHeadline

Menjemput Harapan di Sudut Sidoarjo: Aksi Nyata Kehadiran Zakat

5
×

Menjemput Harapan di Sudut Sidoarjo: Aksi Nyata Kehadiran Zakat

Sebarkan artikel ini

Kamis, 18 Juni 2026, matahari bersinar terik menyinari langkah tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Di balik rutinitas harian, ada misi kemanusiaan yang dijalankan dengan penuh ketulusan. Hafidz dan Kholid Musaddad, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menyusuri jalanan dari Candi hingga Tanggulangin, membawa amanah para muzaki untuk mereka yang membutuhkan.

Perjalanan dimulai dari kawasan Candi, tepatnya di Desa Gelam. Di sebuah gang kecil, tim menyambangi kediaman Ibu Sri Hartati. Kehadiran tim BAZNAS membawa angin segar, sebuah bentuk dukungan untuk meringankan beban biaya hidup yang selama ini ia pikul. Langkah yang sama kemudian berlanjut ke Desa Durungbedug. Di sana, tim menemui Ibu Durroh, Ibu Siti Mukaromah, Ibu Siami, dan Bapak Iksan, serta Ibu Supiyah. Masing-masing dari mereka memiliki kisah perjuangan hidup yang berbeda, namun dipersatukan oleh ketabahan dalam menghadapi ujian ekonomi.

Kunjungan ini bukan sekadar pendistribusian bantuan, melainkan tentang menyambung silaturahmi dan memberikan penguatan moril. Interaksi antara petugas dan penerima manfaat berlangsung dengan penuh kehangatan. Di setiap rumah yang dikunjungi, tim mendengarkan keluh kesah dan harapan mereka. Hal ini selaras dengan semangat Zakat menguatkan Indonesia, di mana zakat menjadi jembatan bagi keadilan sosial.

Beranjak ke Kecamatan Tanggulangin, tepatnya di Desa Kalidawir, tim menyalurkan bantuan kepada Ibu Nur Cholifah. Tak berhenti di sana, fokus pendistribusian meluas ke bantuan pemberdayaan usaha bagi Bapak M. Ubaidillah di Desa Kalitengah, guna menunjang usaha ternak unggasnya agar mandiri secara ekonomi. Puncak kegiatan hari itu ditutup dengan kunjungan ke Desa Wedoroklurak, Kecamatan Candi, untuk menyerahkan bantuan renovasi bagi Mushola Darussalam dan Masjid Roudotul Muttaqin, sebagai upaya memakmurkan rumah ibadah bagi masyarakat setempat.

Momen-momen di lapangan menjadi pengingat bahwa di balik amanah zakat yang terhimpun, terdapat wajah-wajah penuh harapan yang terbantu.

Kholid Musaddad, di sela-sela kegiatannya, mengungkapkan esensi dari aksi kemanusiaan ini:

“Bagi kami, setiap langkah yang kami ayunkan dalam menyalurkan amanah zakat ini bukan sekadar tugas administratif. Ada harapan besar di setiap tangan yang kami jabat dan doa yang terucap dari para penerima manfaat. Kami ingin memastikan bahwa zakat yang dititipkan oleh para muzaki benar-benar hadir sebagai solusi, meringankan beban, dan menjadi penguat bagi mereka yang sedang berjuang di tengah keterbatasan.”

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara muzaki dan BAZNAS Sidoarjo terus bergerak aktif. Zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membersihkan hati dan menumbuhkan solidaritas sosial yang kuat. Dengan bantuan biaya hidup dan dukungan pemberdayaan ekonomi serta renovasi rumah ibadah ini, diharapkan masyarakat penerima manfaat dapat kembali menata hidup dengan lebih optimis. Perjalanan panjang di hari Kamis ini adalah tetesan kecil yang diharapkan mampu mengalirkan keberkahan bagi kemajuan dan kesejahteraan Sidoarjo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!