BeritaHeadline

Menembus Sunyi Lereng Manggarai: Solidaritas Sidoarjo Hadirkan Harapan Baru untuk Penyintas Gempa NTT

24
×

Menembus Sunyi Lereng Manggarai: Solidaritas Sidoarjo Hadirkan Harapan Baru untuk Penyintas Gempa NTT

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO — Menembus pekatnya malam di lereng pegunungan terjal dan menyapa para penyintas gempa dengan penuh kehangatan, solidaritas tulus dari masyarakat Sidoarjo kembali mengalir ke bumi Nusa Tenggara Timur (NTT). Rabu, 21 Oktober 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo merancang serta mengawal secara langsung rencana aksi kemanusiaan bagi saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai.

 

Program intervensi mulia ini lahir dari himpunan Open Donasi Kebencanaan yang digerakkan bersama oleh BAZNAS Sidoarjo, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, dan seluruh elemen masyarakat. Berdasarkan data asesmen lapangan yang matang, aksi kemanusiaan ini difokuskan pada sektor yang paling mendesak: pemenuhan pangan harian keluarga penyintas serta rekonstruksi sarana ibadah dan fasilitas air bersih yang aman dari ancaman gempa susulan.

 

Penyaluran Logistik Pangan dan Kebutuhan Darurat Penyintas

Demi menjaga ketahanan pangan dan menguatkan asa warga di pos-pos pengungsian, BAZNAS Sidoarjo merencanakan penyaluran bantuan logistik dan dukungan darurat yang menyasar sebanyak 2.000 Keluarga Penerima Manfaat (KK). Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk paket sembako lengkap yang merangkum kebutuhan pokok sehari-hari, serta dukungan uang tunai langsung untuk meringankan beban darurat keluarga di tenda-tenda pengungsian.

 

“Kami berupaya memastikan setiap bantuan logistik dan kebutuhan harian ini dapat diterima langsung oleh tangan yang tepat, guna mengembalikan senyum dan ketenangan saudara-saudara kita yang tengah diuji di posko pengungsian,” ujar Ahmad Hamdani, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo sekaligus anggota Tim Advance BAZNAS di lapangan.

 

Guna memaksimalkan efisiensi dan menggerakkan roda ekonomi lokal pascabencana, BAZNAS Sidoarjo menjalin kemitraan strategis dengan Toko Grosir Dahlia di Pasar Ruteng. Langkah ini turut didukung oleh penyediaan fasilitas gudang konsolidasi secara cuma-cuma sebagai pusat pengepakan dan titik tolak armada relawan.

Membangun Kembali Tempat Ibadah dan Menjaga Sumber Air Bersih

Selain logistik, perhatian besar juga diberikan pada pemulihan sarana peribadatan dan fasilitas umum yang rusak berat. BAZNAS Sidoarjo memfokuskan rehabilitasi pada sejumlah titik prioritas, di antaranya Masjid Nurussalam di Kampung Kowak (Desa Biting, Kec. Elar, Manggarai Timur), Mushalla Babussalam (Desa Salama, Kec. Reok, Kab. Manggarai), Masjid Nurul Iman Tampode, hingga Mushalla Ejang Barat di Kampung Nanga Pede.

 

Pendekatan pembangunan dirancang secara adaptif dan tanggap darurat. Seluruh struktur fisik tempat ibadah diwajibkan menggunakan konstruksi semi-permanen berangka baja ringan agar lebih fleksibel, cepat dikerjakan, dan aman terhadap risiko gempa susulan. Di Masjid Nurul Iman Tampode, intervensi juga mencakup proteksi khusus pada sumur air tawar tunggal di bibir pantai agar tetap dapat diandalkan sebagai penopang utama kebutuhan air bersih warga pesisir.

Keteguhan Tim di Lapangan Menembus Medan Ekstrem

Di balik setiap paket bantuan yang tersalurkan, tersimpan cerita perjuangan berat yang harus dihadapi oleh para relawan. Perjalanan menuju lokasi terdampak diwarnai oleh tantangan geografis yang ekstrem dan infrastruktur yang lumpuh akibat bencana.

 

Untuk mencapai pelosok Pegunungan Elar di Kampung Kowak, tim harus menempuh perjalanan darat selama berjam-jam dari Ruteng dengan melintasi jalur curam yang mengalami kerusakan parah. Bahkan, perjalanan menuju desa-desa sasaran harus diterobos dengan menggunakan sepeda motor di tengah kegelapan malam berbekal penerangan seadanya.

 

Kondisi tersebut semakin diuji dengan rusaknya puluhan ruas jalan serta jembatan vital seperti Jembatan Wae Gongger dan Wae Dampek. Guna menembus ratusan pos pengungsian mandiri yang tersebar di pelosok kecamatan, kehadiran armada taktis khusus serta alat berat menjadi sebuah keniscayaan, terutama untuk mengevakuasi reruntuhan material bangunan yang tidak mungkin dibersihkan secara manual.

 

Komitmen Akuntabilitas dan Prinsip No Overlapping

Dalam menjalankan misi kemanusiaan ini, BAZNAS Sidoarjo memegang teguh prinsip transparansi dan ketepatan sasaran. Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bersama pimpinan menerapkan prinsip anti-tumpang tindih (no overlapping) melalui verifikasi data yang sangat ketat di setiap titik lokasi. Langkah ini ditempuh agar seluruh dana umat yang diamanahkan dapat terdistribusi secara merata, adil, dan tidak terjadi pengulangan bantuan dari lembaga lain.

 

Melalui semangat kebersamaan dan uluran tangan dari Kota Delta, misi kemanusiaan ini diharapkan tidak sekadar meringankan beban fisik para penyintas, melainkan juga menumbuhkan kembali kekuatan mental dan harapan baru bagi masyarakat Manggarai dan Manggarai Timur untuk bangkit kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!