BeritaHeadline

Kursi Roda BAZNAS Sidoarjo: Menghidupkan Asa, Merajut Senyum di Tengah Badai Ekonomi

18
×

Kursi Roda BAZNAS Sidoarjo: Menghidupkan Asa, Merajut Senyum di Tengah Badai Ekonomi

Sebarkan artikel ini

In this economy, di tengah gelombang tantangan biaya hidup yang kian mendesak dan menghimpit keseharian masyarakat rentan, uluran tangan yang penuh kasih menjadi sauh penyelamat yang mengembalikan asa. Menghadapi realitas tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali membuktikan peran vital filantropi Islam sebagai pilar kesejahteraan umat. Pada Selasa, 20 Oktober 2026, jajaran staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang terdiri dari Dani, Mulyono, dan Sofwan, bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa kursi roda standar bagi warga yang sangat membutuhkan di wilayah Sidoarjo.

Giat kemiskinan struktural dan kerentanan lansia serta penyandang disabilitas disentuh secara langsung melalui penyaluran yang sarat makna. Penyaluran pertama menyasar Ibu Djunaikah, seorang lansia berusia 77 tahun warga Dusun Karanggayam RT 017 / RW 004, Kelurahan Pucanganom, Kecamatan Sidoarjo. Dengan didampingi secara langsung oleh pihak kelurahan serta Ketua RT setempat, bantuan satu unit kursi roda diserahkan pada pukul 09.00 WIB. Ibu Djunaikah, yang selama ini mengalami keterbatasan mobilitas di usia senjanya, menyambut bantuan tersebut dengan rasa haru dan syukur mendalam.

Tidak berhenti di Kelurahan Pucanganom, tim BAZNAS Sidoarjo melanjutkan estafet kebaikan menuju Desa Kemiri. Di sana, bantuan kursi roda kedua diserahkan kepada M. Zakaria Hamzah, seorang pemuda penyandang disabilitas. Bantuan tersebut diterima langsung oleh sang ibu dengan linangan air mata bahagia, menyadari bahwa kehadiran kursi roda ini tidak hanya memudahkan mobilitas harian sang buah hati, tetapi juga meringankan beban psikologis dan fisik keluarga dalam merawat keseharian Zakaria.

Kehadiran kursi roda ini melampaui sekadar nilai material; ia adalah instrumen perubahan sosial yang mengembalikan martabat, membuka akses mobilitas, serta meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat secara jangka panjang. Melalui intervensi tepat sasaran ini, setiap rupiah dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan oleh para muzaki (donatur) bertransformasi menjadi nilai tambah sosial yang luar biasa besar—menciptakan kemandirian, menghidupkan kembali produktivitas keluarga yang sebelumnya tersita untuk merawat, dan merajut kembali senyuman di wajah kaum dhuafa.

Sofwan, selaku staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang turut terjun langsung ke lapangan, mengungkapkan keharuannya atas pelaksanaan giat sosial ini. “Kami sangat bersyukur dapat mendampingi dan menyalurkan langsung amanah dari para muzaki kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Melihat senyum dan kelegaan dari Ibu Djunaikah serta ibunda M. Zakaria Hamzah adalah energi luar biasa bagi kami untuk terus hadir di tengah masyarakat. Zakat menolong sesama di dunia, menyelamatkan kita di akhirat,” ujar Sofwan dengan penuh penekanan emosional.

Lebih lanjut, keberhasilan penyaluran ini tidak lepas dari sinergi harmonis antara BAZNAS Sidoarjo, pemerintah kelurahan, serta perangkat RT setempat yang bahu-membahu memastikan bantuan tepat sasaran. Kolaborasi lintas sektor ini memperlihatkan betapa kuatnya modal sosial masyarakat kita ketika digerakkan oleh kepedulian bersama.

Pihak keluarga penerima manfaat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tulus kepada BAZNAS Sidoarjo beserta seluruh jajaran yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap warga lansia dan disabilitas. Bantuan yang diterima dalam keadaan baik ini menjadi bukti nyata bahwa filantropi bukan sekadar belas kasih sesaat, melainkan sebuah gerakan transformatif yang menyelamatkan kehidupan di dunia sekaligus menyiapkan investasi keselamatan yang abadi di akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!