BeritaHeadline

Gerak Cepat BAZNAS Sidoarjo: Menghadirkan Kemandirian melalui Kursi Roda untuk Ibu Afifah

24
×

Gerak Cepat BAZNAS Sidoarjo: Menghadirkan Kemandirian melalui Kursi Roda untuk Ibu Afifah

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, 30 Juni 2026 — Kemanusiaan adalah bahasa yang dipahami oleh setiap hati, dan di BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, bahasa itu diterjemahkan menjadi aksi nyata. Pada Selasa pagi yang hangat, tim BAZNAS Sidoarjo melangkah menuju Dusun Gedongan, Desa Wadung Asri, Kecamatan Waru. Misi mereka sederhana namun mendalam: mengembalikan mobilitas dan harga diri seorang ibu yang sedang diuji ketangguhannya.

Ibu Afifah, sosok berusia 79 tahun yang penuh kehangatan, kini harus membatasi dunianya di dalam rumah. Sekitar dua minggu lalu, sebuah musibah tak terduga—kecelakaan saat hendak bersilaturahmi ke rumah saudaranya—membuat beliau kehilangan kemampuan untuk berjalan. Selama masa pemulihan ini, kursi roda yang ia gunakan adalah hasil pinjaman dari tetangga yang baik hati. Namun, ketergantungan pada barang pinjaman tentu bukanlah solusi jangka panjang yang memberikan ketenangan bagi keluarga.

Menyikapi hal tersebut, BAZNAS Sidoarjo hadir dengan dukungan nyata. Ahmad Hamdani, M. Sofwan, dan Syukron In’am, para staf pelaksana yang bergerak di lapangan, menyerahkan satu unit kursi roda baru bagi Ibu Afifah. Bantuan ini bukan sekadar alat bantu fisik; ini adalah kunci pembuka pintu-pintu kesempatan yang sempat tertutup bagi beliau.

M. Sofwan, mewakili tim di lapangan, mengungkapkan bahwa kehadiran kursi roda ini merupakan manifestasi dari amanah para muzaki. “Kami memahami betapa berharganya mobilitas bagi Ibu Afifah. Dengan kursi roda ini, kami berharap beliau tidak hanya terbantu secara fisik untuk beraktivitas di dalam rumah, tetapi juga merasa lebih tenang dan berdaya. Inilah esensi dari zakat, yakni memastikan setiap tetes kepedulian mampu meringankan beban sesama dan membangun martabat kemanusiaan,” ujar Sofwan dengan nada penuh haru.

Dari perspektif nilai sosial, bantuan ini melampaui angka nominal yang tertera pada unit kursi roda tersebut. Dampak Social Return on Investment (SROI) yang dihasilkan jauh lebih luas. Dengan adanya kursi roda milik sendiri, Ibu Afifah kini mendapatkan kembali otonomi atas dirinya. Beban psikologis keluarga yang sebelumnya harus merasa “berhutang budi” pada tetangga kini berganti menjadi rasa syukur dan optimisme. Secara tidak langsung, kemandirian Ibu Afifah yang meningkat akan mengurangi beban pendampingan fisik bagi keluarganya, sehingga produktivitas anggota keluarga lain dalam mencari nafkah atau menjalankan aktivitas sehari-hari dapat kembali optimal.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa zakat bukan hanya tentang angka di atas kertas. Zakat adalah energi penggerak yang mengubah kondisi dari keterbatasan menjadi kemandirian. Ketika satu kursi roda disalurkan, terjadi efek domino kebaikan yang menjalar; dari ketenangan batin sang penerima, hingga efisiensi waktu dan emosi bagi orang-orang di sekitarnya.


Di Sidoarjo, setiap rupiah yang disalurkan melalui BAZNAS adalah investasi bagi kemanusiaan. Dukungan ini menjadi bukti nyata bahwa zakat menguatkan Indonesia, mulai dari unit terkecil: keluarga dan warga kita sendiri. Langkah kecil tim BAZNAS Sidoarjo hari ini di Desa Wadung Asri adalah bagian dari upaya besar untuk merajut kembali senyum yang sempat redup, memastikan bahwa tidak ada seorang pun di Sidoarjo yang berjuang sendirian dalam keterbatasan.

Dengan semangat filantropi yang tulus, BAZNAS Sidoarjo akan terus hadir, menjangkau yang membutuhkan, dan memastikan bahwa setiap keberkahan zakat tersalurkan tepat sasaran, demi masa depan yang lebih inklusif dan berdaya bagi seluruh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!