BeritaHeadline

Sinergi Kemanusiaan: Mengubah Rumah Menjadi Harapan Baru bagi Keluarga Bapak Nur Salim

15
×

Sinergi Kemanusiaan: Mengubah Rumah Menjadi Harapan Baru bagi Keluarga Bapak Nur Salim

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Senin, 29 Juni 2026, suasana penuh haru menyelimuti kediaman Bapak Nur Salim di Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon. Hari ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan momen monitoring dan evaluasi mendalam atas program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) yang telah rampung dilaksanakan. Kunjungan ini sekaligus menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor mampu memberikan dampak perubahan sosial yang signifikan bagi keluarga dhuafa.

Program RLHB rumah bapak Nur Salim  merupakan wujud nyata sinergi antara BAZNAS Kabupaten Sidoarjo dengan Lapas Kelas IIA Sidoarjo. Kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada perbaikan fisik bangunan, melainkan menyentuh aspek pemberdayaan dan kemanusiaan yang lebih luas. Melalui proses asesmen yang komprehensif, BAZNAS memastikan bantuan tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, memprioritaskan rumah yang sebelumnya tidak layak huni agar berubah menjadi hunian yang aman, sehat, dan nyaman bagi penghuninya.

Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Ricky, mendampingi langsung proses monitoring ini untuk memastikan kualitas pengerjaan dan keberlanjutan manfaat yang dirasakan keluarga. Kehadiran rumah yang layak kini menjadi fondasi baru bagi Bapak Nur Salim untuk menata kembali kehidupan keluarga dengan lebih tenang.

Saat menerima Berita Acara Serah Terima (BAST) hasil rehab rumahnya, Bapak Nur Salim tak kuasa menahan rasa syukurnya. “Saya tidak pernah menyangka rumah saya bisa seindah dan senyaman ini. Terima kasih kepada BAZNAS dan Lapas Sidoarjo yang telah peduli. Rumah ini bukan sekadar bangunan bagi saya, tapi adalah awal kehidupan baru yang lebih sehat dan tenang untuk keluarga saya,” ucapnya dengan nada haru.

Di sela kegiatan monitoring, Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo, Ach Saleh, menekankan pentingnya sinergi ini dalam menciptakan kebermanfaatan jangka panjang. Menurutnya, BAZNAS terus berkomitmen untuk tidak sekadar memberikan bantuan fisik, tetapi memastikan setiap rupiah zakat yang disalurkan mampu membawa transformasi kehidupan yang lebih baik.

“Monitoring yang kami lakukan hari ini bukan hanya soal memeriksa fisik bangunan. Kami ingin memastikan bahwa setiap dukungan yang diberikan benar-benar mengangkat martabat mustahik dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara berkelanjutan. Sinergi dengan Lapas Sidoarjo adalah bukti bahwa ketika kita bergerak bersama, dampak kebaikan bagi sesama akan berlipat ganda, membawa kebahagiaan yang jauh lebih besar daripada sekadar nilai material yang dikeluarkan,” ungkap Ach Saleh di lokasi.


Apa yang dilakukan di Desa Kedungcangkring hari ini adalah refleksi nyata bahwa zakat memiliki kekuatan luar biasa dalam menguatkan Indonesia. Dengan memperbaiki hunian, kita sedang membangun fondasi bagi generasi masa depan agar tumbuh dalam lingkungan yang lebih baik. BAZNAS Sidoarjo akan terus hadir, menjembatani muzaki dengan mereka yang membutuhkan, demi terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya.

Zakat menguatkan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!