BeritaHeadline

BAZNAS Sidoarjo Sentuh Langsung Masyarakat Jabon dan Porong: Menebar Asa di Tengah Kesulitan

32
×

BAZNAS Sidoarjo Sentuh Langsung Masyarakat Jabon dan Porong: Menebar Asa di Tengah Kesulitan

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Mengawali pekan dengan semangat pengabdian, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali melakukan gerak nyata dalam mendistribusikan amanah para muzakki. Dalam dua hari berturut-turut, yakni Selasa di wilayah Kecamatan Jabon dan Rabu di Kecamatan Porong, tim BAZNAS Sidoarjo menyisir desa-desa untuk mengantarkan bantuan yang menjadi oase bagi mereka yang sedang diuji oleh keterbatasan fisik maupun ekonomi.

Di bawah langit Kecamatan Jabon, tepatnya di Desa Semambung, BAZNAS memfokuskan bantuan pada dua pilar utama: penguatan sarana ibadah dan jaminan biaya hidup bagi kaum dhuafa. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penyerahan bantuan renovasi bagi tiga titik spiritual masyarakat, yakni Masjid Al Masykur, Musholla Baitul Aluwy, dan Musholla Nurul Huda. Bantuan ini diharapkan mampu mempercepat perbaikan fasilitas agar masyarakat dapat beribadah dengan lebih khusyuk dan nyaman.

Tak jauh dari lokasi masjid, tim mengetuk pintu rumah Ibu Kastin dan Bapak Rokim. Keduanya adalah sosok sepuh di Desa Semambung yang kini menggantungkan harapan pada uluran tangan sesama. Di desa yang sama, pemandangan mengharukan terlihat saat tim mengunjungi kediaman Ibu Kusni Amah di RT 3 RW 4. Di usianya yang senja, ia harus berjuang melawan kelumpuhan akibat penyakit stroke. Kehadiran BAZNAS membawa bantuan biaya hidup menjadi secercah cahaya bagi keluarganya dalam menopang kebutuhan harian dan pengobatan.

“Kehadiran kami di Jabon dan Porong ini bukan sekadar menjalankan protokoler distribusi, melainkan bentuk pertanggungjawaban iman kami kepada para muzakki dan kecintaan kami kepada mustahik. Setiap bantuan renovasi masjid maupun biaya hidup bagi lansia seperti Ibu Kusni Amah adalah cara zakat bekerja untuk memanusiakan manusia. Kita ingin memastikan bahwa tidak ada warga Sidoarjo yang merasa berjuang sendirian di tengah kesulitan hidup,” tegas Ilhamuddin, Wakil Ketua 4 BAZNAS Sidoarjo.

Bergeser ke hari berikutnya di wilayah Kecamatan Porong, misi kemanusiaan ini berlanjut di Desa Glagaharum. Di sebuah rumah sederhana di RT 11 RW 3, tim menemui istri dari Bapak Lukman Hadi untuk menyerahkan bantuan biaya hidup. Bantuan ini menjadi sangat krusial bagi ketahanan ekonomi rumah tangga mereka di tengah situasi yang kian menantang.

Kisah distribusi di Porong juga mencatat momen koordinasi yang apik di Desa Gedang. Bermaksud menemui Melina Indrayanti di tempat kosnya, tim mendapati yang bersangkutan sedang tidak berada di lokasi. Namun, mengingat urgensi bantuan tersebut, penyerahan dilakukan melalui perangkat desa setempat dengan prosedur yang tetap terjaga akuntabilitasnya. Hal ini membuktikan bahwa BAZNAS Sidoarjo senantiasa fleksibel dalam teknis namun tetap kaku dalam menjaga integritas penyaluran.

Rangkaian kegiatan distribusi ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat yang profesional mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan sosial. Setiap donasi yang masuk bertransformasi menjadi semen untuk masjid yang kokoh, obat bagi penderita stroke, dan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Melalui sinergi antara muzakki, amil, dan mustahik, keadilan sosial bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang terus diperjuangkan setiap harinya.

ZAKAT MENGUATKAN INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!