
SIDOARJO – Mentari Selasa pagi (05/05/2026) belum terlalu menyengat saat iring-iringan tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo tiba di Kecamatan Taman. Hari itu bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan sebuah misi untuk memastikan bahwa api semangat belajar anak-anak di Sidoarjo tidak boleh padam hanya karena kendala biaya.
Langkah kaki Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar—yang akrab disapa Gus Jazuk—bersama tim pelaksana, menyisir lorong-lorong sekolah. Destinasi pertama adalah SDN Wonocolo 4 Taman. Di sana, wajah-wajah polos dengan seragam merah-putih menyambut dengan binar mata yang sulit dilukiskan kata-kata.
Mengetuk Pintu Harapan di SDN Wonocolo 4
Tepat pukul 09.10 WIB, suasana ruang guru SDN Wonocolo 4 mendadak hangat. Sembilan siswa pilihan, yang selama ini berjuang di tengah keterbatasan ekonomi, dipanggil satu per satu. Bantuan biaya pendidikan diserahkan langsung oleh Gus Jazuk. Tidak ada sekat antara pimpinan lembaga filantropi dengan para siswa; yang ada hanyalah pelukan hangat dan pesan-pesan motivasi.
Bagi anak-anak ini, bantuan tersebut bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan “tiket” untuk terus bermimpi. Gus Jazuk menekankan bahwa dana yang disalurkan adalah amanah dari para muzakki (pembayar zakat) di Sidoarjo yang dititipkan melalui BAZNAS.
“Kami hadir di sini untuk menyampaikan amanah umat. Kami tidak ingin ada anak di Sidoarjo yang merasa sendirian dalam berjuang menuntut ilmu. Zakat yang dikelola dengan baik bukan hanya soal bantuan sosial, tapi soal investasi peradaban. Dengan bantuan ini, kita sedang menguatkan fondasi Indonesia dari bangku sekolah,” ujar Gus Jazuk dengan nada rendah namun penuh penekanan.
Berlanjut ke SMP Dharmawanita 9
Misi kemanusiaan ini tak berhenti di tingkat sekolah dasar. Tepat pukul 09.50 WIB, tim bergeser menuju SMP Dharmawanita 9 Taman. Tantangan di tingkat pendidikan menengah seringkali lebih besar, dan BAZNAS hadir tepat waktu untuk memberikan intervensi.
Sebanyak sembilan siswa SMP Dharmawanita 9 menerima bantuan serupa. Di sini, suasana terasa lebih emosional. Siswa-siswi remaja ini mulai memahami beratnya beban orang tua mereka, dan kehadiran BAZNAS Sidoarjo seolah menjadi oase di tengah gurun kesulitan. Gus Jazuk kembali memimpin distribusi, didampingi staf pelaksana Bibink dan Hamdani, memastikan setiap proses berjalan transparan dan tepat sasaran.

Zakat Menguatkan Indonesia
Dalam durasi kurang lebih dua jam, BAZNAS Sidoarjo telah menyentuh kehidupan 18 siswa di dua sekolah berbeda. Program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS Sidoarjo dalam program “Sidoarjo Cerdas”.
Gus Jazuk kembali menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan paling efektif adalah melalui pendidikan. Jika seorang anak berhasil lulus dan meraih cita-citanya, maka dia akan menjadi pemutus rantai kemiskinan di keluarganya.
“Inilah esensi dari gerakan Zakat Menguatkan Indonesia. Kita bergerak bersama. Dari masyarakat, oleh BAZNAS, kembali ke masyarakat yang membutuhkan. Kami ingin anak-anak di SDN Wonocolo 4 dan SMP Dharmawanita 9 ini kelak menjadi orang-orang hebat yang juga akan berzakat di masa depan,” pungkas Gus Jazuk sebelum mengakhiri kunjungan tepat pukul 10.30 WIB.
Langkah tim BAZNAS mungkin meninggalkan lokasi sekolah, namun senyum di wajah para siswa dan harapan yang kembali tumbuh di hati orang tua mereka, akan terus membekas sebagai bukti nyata bahwa kepedulian umat mampu mengubah dunia, satu langkah kecil pada satu waktu.
BAZNAS Kabupaten Sidoarjo
Layanan Muzakki Terpercaya, Solusi Mustahik Sejahtera.












