
SIDOARJO – Selasa, 21 April 2026, mentari di Desa Becirongengor, Kecamatan Wonoayu, seolah bersinar lebih terang dari biasanya. Bagi Ibu Tiari, hari ini bukan sekadar pergantian penanggalan, melainkan simbol lahirnya harapan baru. Setelah puluhan tahun bertahan di bawah atap yang rapuh, kini ia resmi menempati Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) yang kokoh dan nyaman.
Kehadiran Ketua BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar (Gus Jazuk), didampingi staf pelaksana Ricky Prabu, membawa misi kemanusiaan yang mendalam. Kunjungan ini bertujuan memastikan amanah para muzaki telah mewujud nyata menjadi dinding yang kuat dan tempat bernaung yang aman bagi kaum duafa.
Dari Sidak Bupati hingga Realisasi
Kisah transformasi hunian Ibu Tiari bermula dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Bupati Sidoarjo pada 7 Maret lalu. Kondisi rumah yang memprihatinkan menyentuh hati orang nomor satu di Sidoarjo tersebut, yang kemudian segera menginstruksikan BAZNAS Sidoarjo untuk melakukan tindakan cepat melalui program bedah rumah.
Hanya dalam waktu singkat, melalui koordinasi yang apik, proses renovasi total pun rampung dilaksanakan.
“Monitoring hari ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada umat. Zakat bukan sekadar angka di atas kertas, tapi harus menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan kemuliaan hidup,” ujar Gus Jazuk di sela-sela peninjauan.
Penyerahan BAST
Puncak dari kunjungan monitoring ini ditandai dengan penyerahan Berita Acara Serah Terima (BAST). Saat dokumen tersebut berpindah tangan ke pelukan Ibu Tiari, suasana seketika berubah haru. Tidak banyak kata yang mampu terucap dari bibirnya, selain tetesan air mata syukur yang mengalir di pipinya yang mulai keriput.
Gus Jazuk menegaskan bahwa RLHB merupakan program unggulan BAZNAS Sidoarjo yang fokus pada pengentasan kemiskinan ekstrem melalui perbaikan kualitas hunian. Menurutnya, rumah adalah benteng pertama sebuah keluarga. Jika rumahnya layak, maka kesehatan dan martabat penghuninya akan ikut terangkat. Ini merupakan buah manis dari kedermawanan warga Sidoarjo melalui zakat, infak, dan sedekah.

Harapan Masa Depan
Staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Ricky Prabu, memastikan bahwa pengerjaan rumah ini telah memenuhi standar kelayakan yang ketat, mulai dari sirkulasi udara yang baik hingga sistem sanitasi yang memadai. Dengan balutan cat dinding berwarna hijau segar, kesan kumuh kini sirna sepenuhnya, berganti dengan aura optimisme.
Kini, Ibu Tiari bisa tidur dengan tenang tanpa rasa was-was saat hujan deras mengguyur Wonoayu. Baginya, rumah baru ini adalah mukjizat yang hadir melalui perantara BAZNAS Sidoarjo. Kisah di Desa Becirongengor ini menjadi bukti kuat bahwa kedermawanan yang dikelola secara profesional mampu mengubah kemalangan menjadi kebahagiaan.
Zakat Menguatkan Indonesia.
BAZNAS Sidoarjo: Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat.












