
SIDOARJO, 29 APRIL 2026 – Pendidikan adalah fondasi utama bagi masa depan bangsa, namun bagi sebagian keluarga, biaya sekolah tetap menjadi tantangan nyata di tengah himpitan ekonomi. Menanggapi realita tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam program pemberdayaan umat melalui penyaluran bantuan biaya pendidikan yang menyasar siswa-siswi prasejahtera di wilayah Gedangan.
Pada Rabu pagi (29/04), suasana di MI Terpadu Nurul Iman, Desa Ketajen, Kecamatan Gedangan, tampak lebih hangat dari biasanya. Sejak pukul 08.00 WIB, tim pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang dipimpin oleh M. Na’im bersama petugas lapangan Khafidz, hadir untuk melaksanakan amanah para muzakki. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan wujud nyata dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang berorientasi pada keberlanjutan masa depan anak bangsa.
Penyaluran bantuan dilakukan dalam dua sesi untuk memastikan ketertiban dan kedekatan emosional antara petugas dan penerima manfaat. Berdasarkan hasil asesmen lapangan, pada sesi pertama bantuan diberikan kepada 10 siswa. Sementara pada sesi kedua, sebanyak 7 siswa lainnya turut menerima dukungan dana pendidikan tersebut. Total 17 anak di Madrasah Ibtidaiyah tersebut kini dapat bernapas lebih lega untuk melanjutkan studi mereka tanpa bayang-bayang kendala finansial.
Na’im, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah untuk memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terjaga.
“Kami hadir di MI Terpadu Nurul Iman ini untuk memastikan bahwa tidak ada anak Sidoarjo yang putus sekolah hanya karena kendala biaya. Bantuan pendidikan ini adalah amanah dari masyarakat yang kami kelola dengan penuh tanggung jawab. Kami ingin para siswa fokus belajar, mengejar cita-cita, dan biarlah urusan biaya menjadi bagian dari ikhtiar kolektif kita bersama BAZNAS,” ujar M. Na’im di sela-sela penyaluran bantuan.

Narasi filantropi yang dibangun BAZNAS Sidoarjo senantiasa mengedepankan sisi kemanusiaan. Di balik angka-angka distribusi, terdapat kisah haru dari para wali murid yang menaruh harapan besar pada pendidikan putra-putrinya. Bantuan ini diharapkan mampu mengurangi beban finansial keluarga di Desa Ketajen, sekaligus menjadi stimulus bagi sekolah untuk terus memberikan layanan pendidikan terbaik bagi putra-putri daerah.
Na’im menambahkan bahwa program ini merupakan bagian integral dari visi besar penguatan umat. Melalui bantuan yang tepat sasaran, zakat tidak hanya berfungsi sebagai penyuci harta, tetapi juga sebagai instrumen pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar sekolah, diharapkan dampak sosial dari program ini akan melahirkan generasi cerdas yang kelak mampu mengubah status keluarganya dari mustahik menjadi muzakki.
Kegiatan yang berakhir pada pukul 10.00 WIB ini meninggalkan kesan mendalam bagi civitas akademika MI Terpadu Nurul Iman. BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan para penerima manfaat melalui rencana tindak lanjut yang terukur, guna memastikan bantuan ini memberikan dampak jangka panjang bagi prestasi akademik siswa di masa depan.
Zakat Menguatkan Indonesia












