BeritaHeadline

Menyalakan Senyum di Senja Usia: Sinergi Baznas Sidoarjo dan Bank Jatim Syariah Hadirkan Kemandirian dan Martabat Bagi Lansia Sebatang Kara

16
×

Menyalakan Senyum di Senja Usia: Sinergi Baznas Sidoarjo dan Bank Jatim Syariah Hadirkan Kemandirian dan Martabat Bagi Lansia Sebatang Kara

Sebarkan artikel ini

Di balik hiruk-pikuk pembangunan Sidoarjo, tersimpan sunyi yang kerap terabaikan di bilik-bilik rumah bambu dan dinding lapuk. Sunyi itu milik para lansia terlantar—mereka yang di masa mudanya pernah menjadi pelita keluarga atau penghibur lara, namun kini harus menghadapi senja usia dalam dekap kesendirian dan keterbatasan pangan. Hari itu, Kamis (3/9/2026), kesunyian tersebut pecah oleh ketukan pintu penuh kehangatan dari kolaborasi kemanusiaan yang menyentuh hati: Baznas Kabupaten Sidoarjo bersama Bank Jatim Syariah.

Langkah kaki para petugas melangkah menyusuri lorong sempit Dusun Gempol Sampurno, Kelurahan Porong. Di sana, duduk seorang perempuan paruh baya, Ibu Siti Aminah (67). Di usianya yang senja, hari-hari Siti dijalani tanpa tumpuan pasti. Namun, hari itu sebuah senyum terukir tipis di wajahnya. Melalui program bantuan biaya fakir, Bank Jatim Syariah dan Baznas Sidoarjo hadir langsung menyerahkan buku tabungan syariah. Penyerahan ini bukan sekadar urusan administratif perbankan; ini adalah jembatan yang mengalirkan rasa aman finansial dan memulihkan harga diri manusia yang hampir pupuk karena kemiskinan ekstrem.

Perjalanan kemanusiaan berlanjut ke Desa Janti, Kecamatan Tulangan. Di sebuah rumah sederhana, aroma nostalgia menyambut tim gabungan. Di sinilah Bapak Shodikin (76) bersemayam. Warga mengenalnya akrab dengan sapaan “Mbak Dewi”—sebuah nama panggung legendaris tatkala ia masih aktif menghibur masyarakat lewat kesenian ludruk tradisional. Dulu, tawanya mengundang tawa ratusan penonton di panggung-panggung rakyat. Kini, di panggung kehidupan nyata, Shodikin hidup sebatang kara, berjuang melawan rapuhnya fisik tanpa keluarga pendamping. Kehadiran petugas Baznas dan Bank Jatim Syariah membawakan secercah keajaiban, menyapa sang seniman sepuh dengan penghormatan setinggi-tingginya.

Aksi mulia ini melibatkan tim sinergis yang turun langsung ke lapangan: Ahmad Hamdani, Syaifuddin Hafidz, dan Syukron In’ami selaku staf pelaksana Baznas Sidoarjo, didampingi Miftahul Jannah dari Bank Jatim Syariah, serta aparat setempat mulai dari Sekretaris Kelurahan Porong, Mudin Gempolsampurno, Kasun Desa Janti, hingga Kesra Desa Janti. Kehadiran aparat pemerintah desa memperkuat transparansi sekaligus merajut kepekaan sosial berbasis komunitas.

Bantuan buku tabungan ini dirancang melampaui angka-angka bantuan tunai konvensional. Pendekatan yang dihadirkan menciptakan nilai sosial jangka panjang yang terukur secara holistik—mulai dari jaminan ketenangan psikologis bagi lansia, berkurangnya kecemasan harian akan kebutuhan pangan, hingga terbangunnya kembali kepercayaan diri penerima manfaat bahwa mereka tidak pernah dilupakan oleh sesama. Setiap rupiah zakat dan dana sosial yang dititipkan bertransformasi menjadi energi kebahagiaan yang melipatgandakan kualitas hidup kaum dhuafa.

“Kehadiran kami bersama Bank Jatim Syariah hari ini bukan sekadar membagikan buku tabungan, melainkan menunaikan amanah untuk merawat martabat kemanusiaan para sesepuh kita. Ketika seorang lansia sebatang kara merasa diperhatikan dan diayomi, ada beban psikologis berat yang terangkat dari pundak mereka, dan itu adalah kebahagiaan yang tidak ternilai harganya,” ujar Ahmad Hamdani, Staf Pelaksana Baznas Sidoarjo, di sela-sela penyerahan.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Bank Jatim Syariah, Miftahul Jannah, menyampaikan komitmen lembaganya dalam mendukung inklusi keuangan yang berorientasi pada kemaslahatan umat. “Kami di Bank Jatim Syariah merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari gerakan filantropi ini. Kolaborasi dengan Baznas Sidoarjo memungkinkan kami untuk menyentuh lapisan masyarakat yang paling membutuhkan, memastikan bahwa akses perbankan syariah dan perlindungan finansial benar-benar dirasakan hingga ke pelosok warga prasejahtera,” ungkapnya.

Distribusi di Porong dan Tulangan ini merupakan bagian dari cakupan luas program bantuan fakir—khusus diperuntukkan bagi lansia terlantar dan hidup sendiri. Tercatat, program ini menjangkau total 68 penerima manfaat, yang terdiri atas 54 fakir di wilayah Sidoarjo dan 14 fakir dari cakupan luas Jatim.

Di penghujung hari, matahari perlahan tenggelam di langit Sidoarjo, meninggalkan kehangatan di hati Ibu Siti Aminah dan Pak Shodikin. Melalui sinergi zakat dan layanan perbankan yang berhati nurani, secercah harapan telah dinyalakan kembali, membuktikan bahwa kepedulian bersama mampu merajut asa di ujung usia yang paling rentan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!