BeritaHeadline

Ketulusan dari Ruang Kelas BuduranKeluarga Besar SMP Wahid Hasyim 11 Himpun Jutaan Rupiah untuk Penyintas Gempa NTT

48
×

Ketulusan dari Ruang Kelas BuduranKeluarga Besar SMP Wahid Hasyim 11 Himpun Jutaan Rupiah untuk Penyintas Gempa NTT

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Ketika musibah gempa bumi meruntuhkan bangunan dan menyisakan luka mendalam bagi banyak keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT), ruang-ruang kelas di Sidoarjo turut bergetar dalam gelombang empati yang sama. Semangat kebersamaan dan rasa persaudaraan sebangsa dan setanah air kembali bersemi nyata di lingkungan institusi pendidikan. Keluarga besar SMP Wahid Hasyim 11 Buduran sukses menggalang dan menyalurkan total donasi kemanusiaan sebesar Rp1.873.000,- guna meringankan beban para penyintas bencana di bumi Flobamora.

Aksi penggalangan dana sukarela yang dilaksanakan secara serentak pada Jumat, 28 Agustus 2026, ini merefleksikan tingginya kepekaan sosial di kalangan civitas akademika sekolah. Meskipun berada jauh secara geografis dan tidak dapat hadir secara langsung di lokasi bencana, jarak sama sekali tidak memadamkan nyali berbagi. Berbekal ketulusan hati para peserta didik, para guru, hingga dukungan penuh dari seluruh keluarga besar sekolah, setiap rupiah yang disisihkan dari uang saku harian menjelma menjadi pilar kekuatan baru bagi para korban yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan.

Kepala SMP Wahid Hasyim 11 Buduran, Cahyo Lukmanto, S.Pd., menyampaikan rasa syukur serta apresiasi yang mendalam atas tingginya antusiasme dan keikhlasan seluruh warga sekolah dalam merespons panggilan kemanusiaan ini.

“Terima kasih atas kepedulian and kebaikan yang telah diberikan. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua. Donasi sebesar Rp1.873.000 yang berhasil kami kumpulkan dan transfer langsung ke BAZNAS Sidoarjo ini murni wujud cinta kasih keluarga besar SMP Wahid Hasyim 11 Buduran untuk saudara-saudara kita di NTT. Kami berharap uluran tangan sederhana ini dapat meringankan beban penderitaan mereka, menguatkan ketabahan di tengah ujian berat, and menjadi secercah harapan agar mereka bisa kembali menata kehidupan dengan penuh optimisme,” tutur Cahyo Lukmanto, S.Pd., dengan penuh kehangatan.

Seluruh dana sukarela yang berhasil dihimpun dari gotong royong kolektif tersebut selanjutnya ditransfer secara transparan dan amanah melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo, memastikan bantuan dapat segera menjangkau posko-posko darurat secara tepat sasaran.

Syukron In’am, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, menyambut hangat serta memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi dan kepedulian luar biasa yang ditunjukkan oleh keluarga besar SMP Wahid Hasyim 11 Buduran. Dalam pandangannya, keterlibatan aktif institusi pendidikan dalam merawat ekosistem filantropi merupakan fondasi penting dalam memperkuat ketahanan sosial bangsa.

“Apa yang dilakukan oleh keluarga besar SMP Wahid Hasyim 11 Buduran di bawah kepemimpinan Bapak Cahyo Lukmanto adalah teladan nyata dari pendidikan karakter yang hidup. Sinergi antara sekolah dan BAZNAS membuktikan bahwa zakat, infak, sedekah, serta donasi kemanusiaan memiliki kekuatan transformatif yang luar biasa. Kolaborasi ini tidak hanya meringankan beban fisik para penyintas gempa bumi di NTT, tetapi juga sukses menanamkan jiwa dermawan, kepekaan sosial, and rasa persaudaraan yang kuat kepada para peserta didik kita sejak usia dini,” ungkap Syukron In’am penuh optimisme.

Melalui uluran tangan yang disalurkan dari Buduran, Sidoarjo, menuju NTT, keluarga besar SMP Wahid Hasyim 11 berharap agar kebaikan tulus tersebut dapat menjadi sumber kekuatan moril bagi para korban. Perjalanan kebaikan ini sekali lagi menegaskan pesan abadi bahwa di balik setiap reruntuhan musibah, selalu ada kepedulian sesama anak bangsa yang siap merangkul dan menguatkan kembali harapan masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!