BeritaHeadline

Menuju Model Pengelolaan Dana Umat Dunia: BAZNAS Sidoarjo Siap Akselerasi 13 Program Prioritas Nasional 2026-2031

21
×

Menuju Model Pengelolaan Dana Umat Dunia: BAZNAS Sidoarjo Siap Akselerasi 13 Program Prioritas Nasional 2026-2031

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia baru saja memaparkan peta jalan strategis periode 2026-2031 dalam kegiatan Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Prarakornas). Mengusung visi besar untuk bertransformasi menjadi model pengelolaan dana umat kelas dunia, BAZNAS RI menegaskan komitmennya untuk menjadikan zakat sebagai pilar utama ekonomi nasional dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

Dalam forum tersebut, Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodiq Mujahid, M.Sc., memperkenalkan moto baru: “Zakat Penolong Sesama di Dunia, Penyelamat Kita di Akhirat”. Moto ini menjadi kompas spiritual sekaligus sosial bagi seluruh insan pengelola zakat di tanah air, termasuk di Kabupaten Sidoarjo. Sodiq juga menekankan strategi “5D”—agar BAZNAS senantiasa Diingat, Dipercaya, Dijangkau, Dicintai, dan Dibanggakan oleh umat.

Sinergi Lokal untuk Dampak Nasional

Menyikapi arahan strategis tersebut, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat untuk menyelaraskan program daerah dengan 13 Program Prioritas Nasional yang baru saja dirilis. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang ditunaikan warga Sidoarjo memiliki dampak sistemik dan berkelanjutan.

“Visi nasional 2026-2031 ini bukan sekadar wacana di atas kertas. Di Sidoarjo, kami berkomitmen untuk menerjemahkannya ke dalam aksi nyata yang menyentuh akar rumput,” ujar perwakilan pimpinan BAZNAS Sidoarjo.

Beberapa dari 13 program prioritas tersebut akan menjadi fokus utama BAZNAS Sidoarjo, di antaranya:

  • Permodalan Mikro Masjid: Sebagai respons atas keresahan masyarakat terhadap jeratan pinjaman online ilegal, BAZNAS Sidoarjo akan memperkuat bantuan permodalan mikro berbasis masjid dan majelis taklim. Program ini diharapkan mampu memutus mata rantai rentenir dan menghidupkan ekonomi jamaah dari masjid.
  • BAZNAS Sigap & Tanggap Bencana: Mengingat posisi geografis Sidoarjo yang dinamis, penguatan BAZNAS Sigap Kemiskinan dan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) menjadi prioritas untuk merespons kondisi darurat sosial maupun bencana alam dengan lebih cepat dan terukur.
  • Perlindungan Ketenagakerjaan: Sesuai instruksi pusat, BAZNAS Sidoarjo akan terus memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi pekerja rentan, seperti guru ngaji dan nelayan, melalui pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Menguatkan Ekosistem 10M + 1R

Keberhasilan transformasi ini akan ditopang oleh penguatan ekosistem “10M + 1R”. Di tingkat daerah, BAZNAS Sidoarjo berkomitmen melakukan modernisasi manajemen (M9) dan digitalisasi layanan (M3/Machine). Integrasi data dari tingkat desa melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) akan diperketat guna menjamin transparansi dan akuntabilitas.

“Modernisasi tata kelola adalah kunci. Kita ingin masyarakat Sidoarjo semakin percaya karena mereka bisa melihat langsung jejak manfaat zakat mereka melalui sistem yang transparan dan up-to-date,” tambah perwakilan tersebut.


Optimisme Menuju 2031

Potensi zakat nasional yang mencapai ratusan triliun rupiah adalah modal besar bagi kedaulatan ekonomi bangsa. Dengan prinsip co-financing atau pembagian beban biaya antara pusat dan daerah, BAZNAS Sidoarjo optimistis dapat terus mengubah status mustahik menjadi muzaki secara berkelanjutan.

Program-program strategis ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan pembangunan manusia. Dengan fokus pada pendidikan melalui program Madrasah dan Pesantren Nyaman Belajar serta pemberdayaan ekonomi melalui Balai Ternak dan Bank Sampah, BAZNAS Sidoarjo menargetkan terciptanya kemandirian ekonomi umat yang adil dan merata.

“Dunia sedang menanti bukti nyata bahwa sistem zakat mampu mengentaskan kemiskinan secara sistematis. Kami di Sidoarjo siap menjalankan mandat ini dengan penuh integritas, seserius kita membangun infrastruktur pendidikan dan kesehatan,” pungkasnya.

Seluruh kerangka kerja strategis ini akan dimatangkan lebih lanjut dalam Rakornas BAZNAS yang dijadwalkan pada Oktober 2026 mendatang. BAZNAS Sidoarjo mengajak seluruh masyarakat, muzaki, dan stakeholder terkait untuk bersinergi, menjadikan zakat sebagai solusi atas tantangan ekonomi masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!