BeritaHeadline

Menjemput Asa di Balik Dinding Rapuh: Kisah Zakat yang Membasuh Luka di Pelosok Sidoarjo

22
×

Menjemput Asa di Balik Dinding Rapuh: Kisah Zakat yang Membasuh Luka di Pelosok Sidoarjo

Sebarkan artikel ini

Kamis, 13 Agustus 2026, menjadi saksi bisu perjalanan jemput bola yang dilakukan tim BAZNAS Sidoarjo di bawah komando Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo, Ach Saleh, bersama staf pelaksana Ach Richie Prabu, saat menyusuri jejak kerentanan warga yang terperangkap dalam jerat kemiskinan Desil 1.

Perjalanan ini membawa mereka ke kediaman Ibu Warsiti, seorang janda berusia 60 tahun di Desa Becirongengor, Wonoayu, yang selama ini bertahan di rumah dengan lantai tanah dan dinding yang nyaris tanpa plester, tempat ia membesarkan anak dan cucunya di tengah penghasilan sang anak sebagai buruh pabrik kerupuk yang hanya cukup untuk makan. Tanpa akses renovasi yang memadai, rumah tersebut sejatinya telah menjadi beban psikologis yang kian menekan, sehingga BAZNAS segera menetapkan rencana tindak lanjut berupa perbaikan menyeluruh mulai dari pemasangan plafon, lantai keramik, pelur tembok, pengecatan, hingga pembenahan atap teras, sebuah upaya untuk mengubah rumah tersebut menjadi basis produktivitas dan martabat bagi keluarga tersebut.

Langkah serupa diambil saat tim menyambangi Cak Takim (47 tahun), warga Desa Krembung, yang harus hidup bersama adiknya di bawah naungan atap yang nyaris seluruhnya bolong akibat kayu yang telah lapuk dimakan usia. Ini adalah realitas pahit bagi seorang pekerja serabutan yang meski terdaftar sebagai penerima PBI-JK, namun belum terjangkau oleh bantuan Sembako maupun PKH, menjadikan intervensi langsung ini begitu mendesak demi mengembalikan rasa aman bagi keduanya.

Di sela-sela observasi mendalam tersebut, Ach Saleh menegaskan makna hakiki dari kerja-kerja filantropi ini dengan menyatakan, “Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS bukan hanya tentang memberi bantuan material sesaat, melainkan investasi sosial yang jangka panjang; ketika kita memperbaiki rumah Cak Takim atau Ibu Warsiti, kita sedang memperbaiki masa depan mereka, memberikan ketenangan batin, kesehatan yang lebih baik, dan peluang bagi mereka untuk bangkit dari kemiskinan Desil 1. Inilah amanah umat; zakat menolong sesama di dunia, dan menyelamatkan kita di akhirat.”

Narasi ini bukan sekadar tentang perbaikan fisik bangunan, melainkan sebuah strategi presisi untuk memastikan setiap rupiah zakat yang disalurkan memiliki nilai kemanfaatan yang melampaui nominalnya. Dengan memulihkan lingkungan hidup mereka, BAZNAS sedang menanam investasi kemanusiaan yang menciptakan ekosistem hidup lebih manusiawi, memastikan bahwa tidak ada lagi warga yang harus menanggung beban kemiskinan sendirian dalam senyap.

Zakat menolong sesama di dunia, menyelematkan kita di akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!