
Sidoarjo—Senyum haru dan kelegaan terpancar jelas dari wajah Bapak Mulyadi, seorang warga RT 1 RW 1, Kelurahan Gebang, Kabupaten Sidoarjo. Di balik kesederhanaan rumahnya pada Kamis, 1 Oktober 2026, sebuah babak baru dalam hidupnya resmi dimulai. Langkah kaki yang sempat terhenti akibat keterbatasan fisik kini bersiap untuk kembali menapaki hari-hari dengan penuh optimisme, berkat uluran tangan kebaikan yang disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo.
Penyerahan bantuan kaki palsu ini berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan pada pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Kehadiran tim BAZNAS Sidoarjo disambut langsung oleh Bapak Lurah beserta jajaran perangkat kelurahan setempat yang turut mendampingi momen penuh emosional tersebut. Tiga staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang terjun langsung ke lapangan, yakni Mahendro, Dani P., dan Mulyono, memastikan proses distribusi berjalan lancar sekaligus merajut tali silaturahmi yang erat dengan warga penerima manfaat.
Bagi Bapak Mulyadi, kaki palsu ini bukan sekadar alat bantu fisik semata. Lebih dari itu, bantuan ini merupakan jembatan kembali menuju kemandirian ekonomi dan sosial. Selama ini, keterbatasan mobilitas seringkali menjadi tembok tebal yang membatasi ruang gerak beliau dalam menjalani aktivitas sehari-hari maupun mencari nafkah untuk keluarga. Melalui intervensi kemanusiaan yang tepat sasaran ini, nilai manfaat yang dihadirkan jauh melampaui sekadar materi; ia memulihkan martabat, mengembalikan produktivitas, serta menumbuhkan kembali kepercayaan diri yang sempat redup.
Pendekatan filantropi modern yang dijalankan BAZNAS Sidoarjo senantiasa berorientasi pada dampak jangka panjang yang berkelanjutan. Setiap rupiah dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki ditransformasikan menjadi perubahan nyata—mengubah air mata kesulitan menjadi senyuman keberdayaan, serta mengembalikan fungsi sosial warga agar dapat kembali berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.
Mahendro, salah satu staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang hadir di lokasi, mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas tersalurnya bantuan ini kepada pihak yang benar-benar membutuhkan.
“Kami sangat bersyukur dapat hadir langsung di tengah-tengah warga Kelurahan Gebang hari ini. Melihat senyum Bapak Mulyadi saat mengenakan kaki palsu ini adalah sebuah pengingat yang sangat kuat bahwa zakat memiliki kekuatan luar biasa untuk mengubah hidup seseorang. Ini adalah amanah dari para muzaki yang kami tunaikan sebaik-baiknya, agar tidak hanya meringankan beban sesama di dunia, tetapi juga menjadi ladang amal jariyah yang menyelamatkan kita di akhirat kelak,” ujar Mahendro dengan penuh kehangatan.

Kehadiran jajaran perangkat kelurahan, mulai dari Pak Lurah hingga staf pendukung, turut memperlihatkan sinergi yang kuat antara lembaga pengelola zakat dan pemerintah setempat dalam merawat kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih menjadi akar yang kokoh di tengah masyarakat Sidoarjo.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penyerahan simbolis dokumen bantuan. Kisah Bapak Mulyadi di Kelurahan Gebang menjadi secercah cahaya yang mengingatkan kita semua bahwa kepedulian sekecil apapun yang disalurkan melalui keikhlasan berzakat mampu meruntuhkan batas-batas kesulitan. Zakat terbukti bukan sekadar instrumen ibadah ritual, melainkan kekuatan transformatif yang menolong sesama di dunia sekaligus menyelamatkan kita di akhirat.












