BeritaHeadline

Jejak Kebaikan di Jumat Berkah: BAZNAS Sidoarjo Hadir Mengetuk Pintu Langit

18
×

Jejak Kebaikan di Jumat Berkah: BAZNAS Sidoarjo Hadir Mengetuk Pintu Langit

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Menolong sesama bukan sekadar aksi fisik di dunia, melainkan jejak kebaikan yang akan menjadi penolong bagi kita di akhirat kelak. Prinsip inilah yang terus digelorakan oleh BAZNAS Kabupaten Sidoarjo dalam setiap langkah distribusi zakat, infak, dan sedekah. Pada Jumat, 14 Agustus 2026, tim BAZNAS kembali turun ke lapangan, merajut asa bagi mereka yang sedang berjuang melawan beratnya impitan hidup.

Perjalanan kemanusiaan hari itu membawa tim ke Desa Tambakkalisogo, Kecamatan Jabon. Di sebuah rumah sederhana, Mbah Tumisah (71) menyambut dengan mata yang menyimpan lelah. Di usianya yang senja, beliau memikul tanggung jawab besar untuk menanggung cucunya yang kini menempuh pendidikan di SMK.

Meski tercatat dalam data kemiskinan (Desil 2) dan menerima bantuan PKH, realitas di lapangan berkata lain. Bantuan tersebut nyatanya masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok harian mereka. Selama ini, dapur Mbah Tumisah hanya bisa mengepul berkat uluran tangan tetangga yang berbaik hati. Menyadari urgensi tersebut, pihak desa pun mengajukan permohonan bantuan fakir agar beban Mbah Tumisah sedikit terangkat.

Kehadiran anggota DPRD Fraksi PDIP, Hj. Kasipah, A.Md, dalam pendampingan tersebut menjadi peneguh bahwa kolaborasi antarpihak sangat krusial dalam memutus rantai kesulitan. Beliau menegaskan bahwa bantuan yang ada saat ini memang belum mampu mengimbangi melonjaknya biaya kebutuhan hidup bagi lansia sebatang kara seperti Mbah Tumisah.

Di hari yang sama, tim BAZNAS Sidoarjo yang terdiri dari Minan Abdul CHaq, Mulyono, M. Sofwan, dan Hamdani, melanjutkan misi ke Desa Kedungrawan, Kecamatan Krembung. Di sana, tim menemui keluarga Bapak Ananto Nursantoso, seorang pengemudi ojek daring yang tengah diuji dengan musibah kesehatan bertubi-tubi.

Putranya, Febrian Narendra Putra (11), harus menjalani operasi tulang kaki, sementara sang ibu pun baru saja pulih dari operasi tumor leher. Keluarga ini berada di Desil 1, namun ironisnya, mereka sempat tidak tersentuh bantuan sosial sama sekali. Beruntung, kini pembiayaan BPJS mereka telah dialihkan melalui skema bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Melihat kondisi kedua keluarga tersebut, tim BAZNAS bergerak cepat untuk memastikan bantuan sampai tepat sasaran. Penyaluran ini bukan sekadar angka atau materi, melainkan wujud kehadiran umat untuk menjaga martabat dan keberlangsungan hidup saudara-saudara kita yang paling rentan.

Minan Abdul CHaq, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang memimpin tim distribusi, menyampaikan pesan mendalam terkait misi tersebut.

“Apa yang kita lakukan hari ini bukan sekadar menggugurkan kewajiban distribusi. Kami melihat bahwa zakat yang terkumpul dari muzaki telah berhasil mengubah hari-hari mereka yang tadinya penuh kecemasan menjadi sedikit lebih tenang. Menolong manusia di dunia adalah cara kita menyiapkan tabungan keselamatan di akhirat kelak. Kami berharap, dukungan ini tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi menjadi titik balik bagi keluarga Mbah Tumisah dan keluarga Bapak Ananto untuk bisa kembali menata hidup dengan lebih baik,” ujar Minan penuh haru.

Setiap rupiah yang disalurkan adalah doa dari para muzaki untuk memulihkan senyum mereka yang sedang terpuruk. Melalui zakat, BAZNAS Sidoarjo terus berkomitmen menjadi jembatan kebaikan, memastikan bahwa di Sidoarjo, tidak ada lagi dhuafa yang merasa berjuang sendirian di tengah sulitnya zaman. Karena pada akhirnya, memuliakan manusia adalah esensi tertinggi dari ibadah kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!