
Sidoarjo, 18 Agustus 2026 – Di bawah hangatnya matahari pagi, tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo bergerak menyusuri pelosok desa, membawa amanah dari para muzakki. Hari ini bukan sekadar tentang penyaluran bantuan, melainkan tentang membangun jembatan harapan bagi mereka yang tengah berjuang melawan sulitnya keadaan. Tim yang dipimpin oleh Wakil Ketua II BAZNAS Sidoarjo, M. Mahbub atau akrab disapa Gus Mahbub, didampingi staf pelaksana Syukron In’ami dan Hamdani, hadir untuk memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang dititipkan mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.
Membangun Rumah Ibadah, Mengokohkan Umat
Perjalanan dimulai dengan napak tilas ke SDN Kalimati 1, Kecamatan Tarik. Di sana, sebuah mushollah sekolah sedang dalam proses renovasi. Semangat gotong royong warga sekolah untuk mempercantik tempat ibadah sempat terganjal kendala pembiayaan yang menyisakan beban hutang. BAZNAS hadir memberikan stimulan untuk meringankan beban tersebut. Kehadiran bantuan ini diharapkan menjadi pemantik bagi selesainya perbaikan mushollah, sehingga anak-anak didik dapat beribadah dengan lebih khusyuk dan nyaman. Dampak dari kemudahan akses ibadah ini tentu melampaui angka bantuan itu sendiri, karena ia menjadi investasi rohani yang terus mengalir bagi generasi penerus.

Menggenggam Tangan yang Membutuhkan
Langkah tim berlanjut ke Desa Singkalan, Kecamatan Balongbendo. Di sini, tim bertemu dengan Ibu Jumani. Di usianya yang senja, ia hidup dalam keterbatasan, menumpang di rumah tetangga dengan tumpuan hidup yang sangat minim. Meski memiliki anak yang dengan setia datang setiap hari untuk mengurus kebutuhannya, beban hidup Ibu Jumani tetaplah berat. BAZNAS hadir memberikan santunan biaya hidup sebagai bentuk perlindungan sosial bagi warga yang belum terdata secara optimal dalam sistem pendataan.
Tak jauh dari kediaman Ibu Jumani, tim juga mengunjungi Ibu Samini (61). Saat ini, Ibu Samini tengah berjuang memulihkan kesehatannya di rumah sakit. Kedatangan tim BAZNAS disambut oleh sang suami, Pak Suwito. Bantuan berupa alat bantu jalan tongkat kaki tiga diserahkan agar mobilitas Ibu Samini nantinya bisa terbantu, sekaligus santunan untuk menopang kebutuhan selama masa pemulihan. Bagi keluarga, kehadiran alat bantu ini bukan sekadar benda, melainkan kemandirian yang dikembalikan kepada Ibu Samini.
Menjaga Harapan Sang Pejuang Keluarga
Terakhir, tim menyambangi Desa Grogol, Kecamatan Tulangan untuk menemui Ibu Widayati (45). Sebagai orang tua tunggal yang membesarkan empat orang anak, pundaknya memikul tanggung jawab yang tak ringan. Bantuan biaya hidup yang diberikan diharapkan mampu meringankan beban kebutuhan harian keluarganya, memastikan anak-anaknya tetap mendapatkan hak dasar hidup yang layak.

Zakat yang Menghidupkan
Melihat langsung kondisi di lapangan, Gus Mahbub menegaskan makna kehadiran BAZNAS. “Zakat bukan hanya sekadar angka yang berpindah tangan, melainkan tentang bagaimana kita menghadirkan rasa tenang dan harapan baru bagi mereka yang sedang diuji. Kami ingin memastikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan benar-benar menyentuh akar permasalahan, memberikan efek perbaikan jangka panjang bagi kualitas hidup penerima manfaat, dan mempererat ikatan persaudaraan antarwarga,” ujar Wakil Ketua II BAZNAS Sidoarjo tersebut.
Setiap bantuan yang disalurkan hari ini adalah bentuk nyata dari pengabdian zakat. Dengan meringankan beban renovasi mushollah, menyediakan alat kesehatan, hingga menyokong biaya hidup, BAZNAS berupaya menciptakan dampak sosial yang luas—di mana kemandirian warga terjaga, kesehatan pulih, dan semangat untuk terus beribadah serta berkarya tetap menyala.
Zakat menolong sesama di dunia, menyelematkan kita di akhirat.










