BeritaHeadline

Merajut Kembali Kemandirian: Sentuhan Kasih BAZNAS Sidoarjo dan Legislatif Hadirkan Harapan Baru Lewat Mobilitas yang Merdeka

34
×

Merajut Kembali Kemandirian: Sentuhan Kasih BAZNAS Sidoarjo dan Legislatif Hadirkan Harapan Baru Lewat Mobilitas yang Merdeka

Sebarkan artikel ini

Keterbatasan fisik seringkali menjadi dinding tebal yang membatasi seseorang untuk menikmati kebebasan dasar sebagai manusia. Namun, dinding pembatas itu berangsur-angsur runtuh ketika empati kolektif dari masyarakat berpadu dengan aksi nyata institusi pengelola zakat. Pada hari Kamis, 6 Agustus 2026, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo bersama jajaran pimpinan dan mitra strategis dari legislatif menggelar misi kemanusiaan yang sangat menyentuh hati di wilayah Kecamatan Tanggulangin dan Tulangan. Sebuah misi yang tidak hanya membagikan alat bantu mobilitas, tetapi memulihkan harkat, martabat, dan senyuman yang telah lama hilang dari wajah para penerima manfaat.

Titik pertama perjalanan kemanusiaan ini dimulai pukul 09.00 WIB di Desa Ganggangpanjang RT 7 RW 2, Kecamatan Tanggulangin. Dipimpin langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, Bapak A. Ilhamuddin, didampingi staf pelaksana Dani P. dan Mulyono, tim menyambangi kediaman An. Akh. Kusaini. Pemuda yang menghadapi keterbatasan fisik berat ini menyambut kedatangan tim dengan tatapan penuh haru ketika sebuah kursi roda baru diserahkan ke hadapannya. Alat sederhana ini bukan sekadar besi dan roda, melainkan tiket menuju kebebasan bergerak yang selama ini hanya menjadi impian dalam sunyinya hari-hari di rumah.

Perjalanan penuh empati ini kemudian berlanjut pada pukul 10.30 WIB menuju Desa Grogol RT 3 RW 3, Kecamatan Tulangan. Suasana haru semakin kental terasa ketika Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Bapak Dhamroni, hadir membersamai langkah Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo Bapak A. Ilhamuddin serta staf pelaksana Dani P. dan Mulyono. Kehadiran tokoh legislatif ini menegaskan adanya sinergi kuat antara negara dan lembaga filantropi dalam merawat warga rentan. Di rumah tersebut, bantuan kursi roda diserahkan kepada An. M. Rasyiqul Arzan, seorang anak yang berjuang dengan keterbatasan mobilitas, serta sebatang tongkat jalan bagi Ibu Sulami yang mengandalkan alat tersebut untuk menopang langkah ringkihnya di usia senja.

Dari sudut pandang analisis dampak sosial atau Social Return on Investment (SROI), pengadaan alat bantu seperti kursi roda dan tongkat jalan menghasilkan nilai pengembalian sosial yang luar biasa besar. Secara ekonomi, keluarga yang tadinya harus merawat pasien dengan keterbatasan mobilitas secara penuh—sehingga kehilangan produktivitas kerja—kini memiliki ruang keleluasaan. Sang anak dapat didorong keluar menikmati udara segar, dan para perawat di rumah dapat kembali bernapas serta mencari nafkah. Nilai investasi zakat ini melipatgandakan kesejahteraan psikologis, menurunkan beban pengasuhan (caregiver burden), dan merajut kembali ikatan sosial keluarga yang hampir patah akibat himpitan keputusasaan.

Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, Bapak A. Ilhamuddin, menyampaikan bahwa penyerahan bantuan alat kesehatan ini merupakan wujud nyata dari manifestasi rasa syukur dan tanggung jawab moral pengurus zakat terhadap kaum dhuafa yang mengalami disabilitas maupun sakit berkepanjangan.

“Melihat senyum merekah di wajah An. Akh. Kusaini dan An. M. Rasyiqul Arzan serta ketegaran Ibu Sulami saat menerima tongkat jalan, menyadarkan kita bahwa harta yang kita miliki di dunia ini sejatinya adalah titipan untuk memuliakan sesama. Menolong mereka yang kesulitan bergerak di dunia adalah jalan lapang untuk menyelamatkan jiwa kita di akhirat. Kami di BAZNAS berkomitmen untuk terus menjadi tangan panjang para muzaki agar zakat benar-benar hidup dan menghidupkan,” tutur Bapak A. Ilhamuddin dengan suara bergetar menahan haru.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Bapak Dhamroni, yang turut turun langsung ke lapangan, memberikan apresiasi mendalam atas kecepatan respons dan ketepatan sasaran program yang dijalankan oleh BAZNAS Kabupaten Sidoarjo.

“Kolaborasi antara legislatif, lembaga zakat, dan masyarakat adalah kunci utama dalam menuntaskan persoalan kesejahteraan sosial di Sidoarjo. Apa yang disaksikan hari ini di Tanggulangin dan Tulangan membuktikan bahwa zakat memiliki daya transformatif yang luar biasa. Negara hadir, umat berderma, dan kaum dhuafa tertolong. Inilah bentuk gotong royong kemanusiaan yang harus terus kita rawat dan gelorakan demi masa depan yang lebih bermartabat,” tegas Bapak Dhamroni di sela-sela peninjauan lapangan.

Geliat kemanusiaan di bawah langit Sidoarjo pada hari Kamis itu meninggalkan jejak emosional yang mendalam. Bantuan kursi roda dan tongkat jalan bukan sekadar alat bantu fisik, melainkan simbol kebangkitan harapan, bukti cinta kasih sesama manusia, serta manifestasi agung dari ajaran zakat yang menyelamatkan kehidupan di dunia dan melimpahkan keberkahan di akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!