
SIDOARJO — Jumat berkah membawa arti mendalam bagi sejumlah warga kurang mampu di Kabupaten Sidoarjo. Melalui langkah nyata kepedulian para muzakki, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali menyalurkan berbagai bentuk bantuan sosial dan kemanusiaan yang menyasar langsung warga membutuhkan di Kecamatan Buduran dan Sukodono, Jumat (07/08/2026).
Penyaluran ini bukan sekadar memberikan bantuan materiil, melainkan sebuah ikhtiar strategis untuk memulihkan martabat, mobilitas, serta kualitas hidup para penerima manfaat dalam jangka panjang. Zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat terbukti tidak hanya menolong manusia di dunia, tetapi juga menjadi penyelamat kita di akhirat.
Merajut Asa Baru Lewat Mobilitas yang Layak
Hari yang cerah mengiringi langkah tim pelaksana BAZNAS Sidoarjo saat menyambangi kediaman Ibu Mudjawati di Desa Buduran, Kecamatan Buduran. Di lokasi berbeda pada hari yang sama, tim juga mendatangi kediaman Ibu Sugiati di RT 11 RW 04 desa setempat. Kedua warga ini sebelumnya mengalami hambatan mobilitas akibat keterbatasan fisik yang kian membatasi ruang gerak keseharian mereka.
Dengan sigap dan penuh kehangatan, petugas BAZNAS menyerahkan bantuan alat bantu jalan. Kehadiran alat ini diharapkan mampu membuka kembali akses kemandirian bagi Ibu Mudjawati dan Ibu Sugiati, sehingga mereka dapat kembali melakukan aktivitas harian secara mandiri tanpa harus bergantung penuh pada orang lain.
Minan Abdul Chaq, salah satu staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang turut turun langsung ke lapangan, menyampaikan bahwa senyum dan kemandirian yang terpancar dari para penerima manfaat adalah cerminan dari dampak nyata yang ingin dicapai melalui setiap program pentasyarufan.
“Kami melihat kebahagiaan yang tulus ketika para penerima manfaat mendapatkan kembali kemudahan dalam beraktivitas. Inilah esensi dari zakat, infak, dan sedekah—tidak sekadar memberikan bantuan sesaat, melainkan menghadirkan perubahan jangka panjang yang meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas mereka di tengah keluarga,” ungkap Minan Abdul Chaq penuh empati.
Merangkul Generasi Muda dan Lansia: Kursi Roda hingga Biaya Hidup
Kepedulian BAZNAS Sidoarjo tidak berhenti di situ. Perjalanan tim berlanjut ke Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono. Di sini, perhatian khusus diberikan kepada Ananda Qischil Gandarum Febiano, seorang remaja disabilitas berusia 14 tahun yang tengah menempuh pendidikan di SLB Lemahputro.
Sebuah kursi roda baru diserahkan langsung agar ananda Qischil dapat memiliki mobilitas yang lebih baik, tidak hanya di rumah, tetapi juga untuk mendukung semangatnya dalam menimba ilmu di sekolah. Penyerahan bantuan ini terasa semakin istimewa karena didampingi secara langsung oleh Bapak Kepala Desa Jumputrejo, yang menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah desa dan lembaga amil zakat dalam merawat warganya.
Tidak jauh dari lokasi tersebut, BAZNAS Sidoarjo juga menyalurkan bantuan biaya hidup kepada Bapak Bambang Sutejo, warga Desa Jumputrejo, Sukodono. Bantuan ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi harian, memastikan kebutuhan dasar keluarga tercukupi, serta memberikan ruang pemulihan bagi kesejahteraan psikologis penerima manfaat agar dapat menjalani hari dengan lebih tenang dan bermartabat. Pendampingan kembali dilakukan oleh Kepala Desa Jumputrejo, menandakan kuatnya jejaring solidaritas sosial di tingkat lokal.

Kolaborasi Kebaikan untuk Dampak Berkelanjutan
Seluruh rangkaian kegiatan penyaluran yang dilaksanakan pada Jumat, 07 Agustus 2026 ini dikoordinasikan secara solid oleh tim pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang terdiri dari:
- Sofwan, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo
- Hamdani, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo
- Hafidz, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo
- Minan Abdul Chaq, Staf Pelaksana BAZNAS Sidoarjo
Melalui pendekatan penyaluran yang tepat sasaran dan berkesinambungan ini, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo terus berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat dikelola secara optimal. Setiap program dirancang untuk memberikan nilai tambah sosial yang luas, mengentalkan rasa kebersamaan, serta mengangkat harkat hidup dhuafa secara berkelanjutan.
Kepedulian hari ini adalah investasi masa depan. Mari terus membersamai langkah kebaikan ini, karena zakat menolong manusia di dunia dan menyelamatkan kita di akhirat.












