
SIDOARJO — Rabu, 05 Agustus 2026, denyut jantung kepedulian filantropi Islam berdetak kencang di Kabupaten Sidoarjo. BAZNAS Sidoarjo mendaratkan langkah nyata ke pelosok desa melalui misi kemanusiaan yang mendalam. Hari itu, sebuah lembaran sejarah empati dituliskan di Porong dan Candi, membuktikan bahwa zakat, infak, dan sedekah (ZIS) adalah penyelamat nyata bagi kehidupan warga yang nyaris tenggelam dalam gelombang ujian hidup.
Misi kemanusiaan ini dipimpin oleh tokoh penggerak kebaikan BAZNAS Sidoarjo. Hadir di garis depan penugasan Bapak Ilhamuddin selaku Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, didampingi staf pelaksana penuh dedikasi, Bapak Dani P. dan Bapak Mulyono. Kehadiran mereka merupakan representasi solidaritas kolektif umat Islam Sidoarjo, yang turut didampingi pula oleh Ibu Lurah setempat.
Titik pertama misi kemanusiaan menyusuri perkampungan di Desa Gempol Sampurno RT 02 / RW 04, Porong. Di hunian sederhana, rombongan disambut suasana haru saat menemui Ibu Siti Aminah, perempuan sepuh berusia 67 tahun yang diuji cobaan berat berupa kelumpuhan. Di hadapan kondisi fisik yang tak berdaya, beliau hidup dalam keterbatasan. Jajaran BAZNAS Sidoarjo menyerahkan distribusi bantuan biaya hidup untuk meringankan beban harian beliau.
Interaksi pimpinan BAZNAS dan Ibu Siti Aminah menyuarakan makna kemanusiaan hakiki. Bantuan biaya hidup yang diberikan merupakan pemulihan martabat kemanusiaan yang mengembalikan senyum di wajah seorang ibu yang berjuang dalam kesendirian. Dalam analisis dampak sosial jangka panjang, intervensi langsung kepada dhuafa dengan kerentanan ekstrem memiliki nilai pengembalian sosial yang sangat tinggi. Setiap bantuan yang meringankan beban fisik dan psikologis mustahiq menyelamatkan kesehatan mental dari keputusasaan, meringankan beban keluarga pengasuh, serta merajut kembali simpul solidaritas sosial di tingkat RT. Berdasarkan asesmen lapangan, BAZNAS Sidoarjo menetapkan rencana tindak lanjut: mustahiq akan diusulkan untuk segera mendapatkan program bantuan fakir berkala secara berkesinambungan.

Usai dari Porong, rombongan bergerak menuju SD Muhammadiyah 11 Randegan, Tanggulangin. Misi kemanusiaan difokuskan pada penguatan infrastruktur pendidikan melalui distribusi bantuan biaya renovasi musholla sekolah. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Bapak Ilhamuddin bersama tim pelaksana kepada pihak sekolah, disambut rasa syukur yang mendalam oleh para pendidik.
Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, Bapak Ilhamuddin, menyampaikan pesan filosofis yang menggetarkan:
“Apa yang kita saksikan hari ini di Porong dan Tanggulangin adalah manifestasi nyata ajaran Islam. Zakat menolong sesama di dunia, dan menyelamatkan kita di akhirat. Ketika melihat Ibu Siti Aminah terbaring dalam usia senja dengan kelumpuhan, di situlah panggilan kemanusiaan kita diuji. Harta yang kita titipkan melalui BAZNAS memiliki hak kaum dhuafa dan fakir miskin. Melalui program biaya hidup dan renovasi fasilitas keagamaan ini, kami ingin memastikan BAZNAS dirasakan nyata sebagai penolong di dunia yang meringankan kesusahan, sekaligus menjadi tabungan amal saleh yang menyelamatkan kita di akhirat.”
Zakat menolong sesama di dunia, menyelamatkan kita di akhirat.












