
SIDOARJO – Jumat pagi yang cerah, 3 Juli 2026, menjadi saksi kehadiran hangat tim Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo di Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi. Kehadiran tim bukan sekadar kunjungan formal, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan kesehatan bagi warga yang sangat membutuhkan.
Tim pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang terdiri dari A. Hafidz, Mulyono, Sofwan, dan Minan menyambangi kediaman Bapak Sutikno (67), seorang warga RT 5 RW 4 Desa Kedungpeluk. Di usianya yang senja, Bapak Sutikno kini memiliki keterbatasan mobilitas yang cukup berat, yang membatasi ruang geraknya bahkan di dalam rumahnya sendiri.
Dalam kunjungan tersebut, tim BAZNAS menyerahkan bantuan berupa satu unit kursi roda baru. Penyerahan ini merupakan respon cepat atas hasil asesmen lapangan yang dilakukan sebelumnya, di mana Bapak Sutikno sangat membutuhkan alat bantu untuk menunjang aktivitas harian serta memudahkan akses kesehatannya.
Investasi Sosial yang Mengubah Kualitas Hidup
Jika dilihat dari perspektif Social Return on Investment (SROI), bantuan kursi roda ini bukan sekadar barang materi. Efek dominonya jauh melampaui nilai nominal rupiah yang dikeluarkan. Dengan kursi roda ini, mobilitas Bapak Sutikno kembali pulih. Ia kini memiliki kemandirian untuk berpindah posisi, yang pada gilirannya mengurangi beban fisik bagi anggota keluarga yang merawatnya.
Lebih jauh, alat bantu ini memungkinkan Bapak Sutikno untuk kembali berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, meningkatkan kesehatan mental, dan mengurangi risiko komplikasi kesehatan akibat terlalu lama tidak bergerak. Bagi BAZNAS, ini adalah bentuk investasi nyata dalam menjaga martabat manusia—memastikan bahwa zakat yang dikelola memberikan dampak sosial yang berkelanjutan bagi penerima manfaat.
Mulyono, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang turut hadir di lokasi, mengungkapkan esensi dari aksi kemanusiaan ini. Baginya, melihat senyum penerima manfaat adalah bahan bakar utama bagi kerja-kerja filantropi.
“Bagi kami di BAZNAS, bantuan ini bukan hanya soal memberikan kursi roda. Kami hadir untuk memastikan Bapak Sutikno merasa tidak sendirian dalam menghadapi ujian kesehatannya. Melalui zakat yang dititipkan oleh para muzaki, kita sedang merajut kembali harapan beliau agar bisa beraktivitas dengan lebih layak. Inilah wujud nyata bagaimana zakat mampu menyentuh aspek terkecil namun krusial dalam kehidupan sesama,” ujar Mulyono dengan nada haru.
Zakat Menguatkan Indonesia
Kegiatan yang berlangsung antara pukul 09.30 hingga 11.00 WIB ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa zakat memiliki kekuatan luar biasa dalam membangun jaring pengaman sosial. Dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS Kabupaten Sidoarjo disalurkan kembali kepada mereka yang paling membutuhkan, menciptakan efek domino kebaikan yang tidak terputus.
Bantuan ini hanyalah satu dari sekian banyak upaya BAZNAS untuk terus mendampingi masyarakat rentan di Sidoarjo. Dengan semangat “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS berkomitmen untuk terus proaktif melakukan asesmen dan memberikan solusi cepat, tepat, dan berdampak luas bagi kemaslahatan umat.
Kisah Bapak Sutikno di Kedungpeluk adalah cerminan dari keberhasilan kolaborasi antara para muzaki yang dermawan dan semangat melayani dari amil zakat. Harapannya, kursi roda ini dapat meringankan beban beliau, memulihkan semangat, dan menjadi penyambung kebaikan bagi semua pihak yang terlibat.













