BeritaHeadline

Jejak Kepedulian untuk Mbah Muah: Sinergi BAZNAS Sidoarjo Menjaga Asa di Ujung Tarik

10
×

Jejak Kepedulian untuk Mbah Muah: Sinergi BAZNAS Sidoarjo Menjaga Asa di Ujung Tarik

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Filantropi bukan sekadar memberi, ia adalah tentang memastikan martabat manusia tetap terjaga. Pada Senin (11/05/2026), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo kembali menyusuri jalanan di wilayah Tarik untuk menunaikan amanah para muzzaki. Kali ini, fokus utama tertuju pada sesosok lansia tangguh, Mbah Muah, warga Desa Mindugading.

Jejak Kepedulian yang Tak Terputus

Kisah ini bermula pada pertengahan April lalu. Saat itu, tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo menyambangi kediaman Mbah Muah untuk menyalurkan bantuan biaya hidup darurat. Namun, melihat kondisi faktual di lapangan—seorang lansia kelahiran 1947 yang tinggal sebatang kara—tim merasa bantuan sekali jalan tidaklah cukup.

Diskusi hangat pun mengalir antara Kaur Kesra Desa Mindugading dan tim lapangan BAZNAS. Disepakati bahwa Mbah Muah sangat layak diusulkan sebagai penerima Program Bantuan Fakir Miskin, sebuah inisiatif bantuan berkala berbasis cash transfer agar kelangsungan hidupnya lebih terjamin setiap bulannya. Namun, kendala administratif sempat menghalangi: Mbah Muah belum memiliki dokumen kependudukan yang valid.

Berkat sinergi “Jemput Bola” bersama Dispendukcapil Sidoarjo pada akhir April, hak sipil Mbah Muah kini telah terpenuhi. Senin pagi ini, Wakil Ketua III BAZNAS Sidoarjo, H. M. Saleh, hadir langsung menyerahkan buku tabungan rekening dana fakir seumur hidup serta bantuan beras fidyah kepada Mbah Muah.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada warga Sidoarjo, terutama lansia yang tinggal sendiri, luput dari perhatian. Penyerahan buku tabungan ini adalah bentuk komitmen kami agar bantuan dapat diterima secara rutin, aman, dan memuliakan penerimanya,” ujar H. M. Saleh di sela-sela kunjungannya.

Sentuhan Pendidikan dan Perbaikan Rumah Allah

Perjalanan tim tidak berhenti di kediaman Mbah Muah. Semangat “Zakat Menguatkan Indonesia” terus dibawa menuju SDN Janti 1 dan SDN Janti 2. Di sana, BAZNAS Sidoarjo hadir untuk membasuh dahaga pendidikan bagi 20 anak didik yang membutuhkan. Berdasarkan hasil asesmen lapangan, anak-anak tersebut memang layak mendapatkan dukungan biaya pendidikan agar tetap semangat menuntut ilmu.

Tak hanya soal manusia, BAZNAS juga memperhatikan sarana ibadah di lingkungan sekolah. Di SDN Janti 1, tim menyalurkan bantuan untuk pembangunan mushollah baru. Pasalnya, selama ini para siswa masih menggunakan ruang kelas yang dialihfungsikan sebagai tempat ibadah—sebuah kondisi yang kurang ideal untuk pembentukan karakter religius sejak dini. Sementara di SDN Janti 2, bantuan diarahkan untuk renovasi kusen-kusen kayu mushollah yang mulai dimakan usia.

“Pendidikan dan sarana ibadah adalah pilar utama pembentukan generasi masa depan. Melalui dana zakat, infak, dan sedekah, kita bangun lingkungan belajar yang layak bagi anak-anak kita,” tambah H. M. Saleh.

Kunjungan yang berlangsung singkat namun padat makna ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan BAZNAS di tengah masyarakat adalah sebagai jembatan kebaikan. Dari pemenuhan hak sipil lansia hingga renovasi tempat sujud, setiap rupiah yang diamanahkan muzzaki telah menjelma menjadi senyum dan harapan baru di pelosok Sidoarjo.

Zakat Menguatkan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!