BeritaHeadline

Sentuhan Hangat Pimpinan BAZNAS : Merajut Kehangatan Kemanusiaan di Krian dan Taman

19
×

Sentuhan Hangat Pimpinan BAZNAS : Merajut Kehangatan Kemanusiaan di Krian dan Taman

Sebarkan artikel ini

Hari beranjak siang ketika rombongan pimpinan dan staf BAZNAS Kabupaten Sidoarjo tiba di wilayah Krian dan Taman. Dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar (Gus Jazuk), didampingi staf pelaksana Minan Abdul Chaq dan M. Hafidz, misi kemanusiaan ini menghadirkan nuansa keakraban yang luar biasa hangat. Mereka turun langsung dari pintu ke pintu, menyapa para lansia dan warga prasejahtera, memastikan bahwa setiap amanah zakat umat tersampaikan secara bermartabat dan tepat sasaran.

Kunjungan pertama dimulai di Desa Jatikalang, Kecamatan Krian, menyapa Ibu Mistiyah dan Ibu Misnah. Kehadiran Gus Jazuk bersama tim di tengah-tengah mereka bukan sekadar menyerahkan bantuan biaya hidup, melainkan memberikan penguatan mental dan pelukan empati yang menenangkan. Secara mendalam, kehadiran langsung para pemimpin lembaga zakat ini menciptakan efek psikososial yang luar biasa: menumbuhkan rasa dihargai, mengurangi keterasingan sosial di usia senja, serta memulihkan rasa percaya diri para penerima manfaat. Bantuan biaya hidup yang disalurkan berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang esensial, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi di tengah gelombang kesulitan ekonomi.

Bergerak ke arah timur, rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Gilang dan Desa Bebekan di Kecamatan Taman. Di Desa Gilang, bantuan biaya hidup diserahkan kepada Ibu Widiastuti, sementara di Desa Bebekan, bantuan biaya kesehatan diserahkan kepada Ibu Muniroh. Setiap titik kunjungan diwarnai oleh dialog penuh empati. Gus Jazuk mendengarkan setiap keluh kesah dengan seksama, menyadari bahwa setiap rupiah dana zakat yang dikelola memiliki daya ungkit sosial yang masif—mampu mengubah kecemasan menjadi ketenangan, serta keputusasaan menjadi optimisme hidup. Dampak positif ini menyebar luas, tidak hanya dirasakan oleh individu penerima, tetapi juga menciptakan iklim kebersamaan yang harmonis di tengah masyarakat.

Perjalanan panjang ini ditutup dengan sebuah refleksi mendalam tentang makna filantropi Islam. Zakat adalah pilar peradaban yang merawat kehidupan di dunia, menjadi solusi nyata atas berbagai persoalan kemiskinan dan ketimpangan sosial. Apa yang dikerjakan oleh Gus Jazuk, Minan Abdul Chaq, dan M. Hafidz hari itu adalah manifestasi nyata bahwa zakat menolong sesama di dunia, dan pada saat yang sama, menyiapkan jalan keselamatan yang terang di akhirat kelak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!