
Kamis, 8 Oktober 2026, menjadi hari yang sarat akan denyut nadi kemanusiaan di Kabupaten Sidoarjo. Sejak pagi pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo bergerak serentak turun langsung ke lapangan. Dipimpin oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sidoarjo, Em Luqman Hakiem (Gus Luqman), didampingi oleh staf pelaksana A. Faiz dan Kholid, tim BAZNAS menyambangi berbagai titik di Kecamatan Sidoarjo untuk menyapa, mendengar, sekaligus mengalirkan uluran tangan kepedulian bagi warga yang membutuhkan.
Perjalanan kemanusiaan ini dimulai dari ruang penuh prestasi di SMPN 3 Sidoarjo. Di tengah deretan piala yang menghiasi lemari sekolah, tim BAZNAS menemui Renata Adzralia ZS, seorang siswi berprestasi dari keluarga kurang mampu. Keterbatasan ekonomi tak menyurutkan semangat belajar sang siswi. Kehadiran BAZNAS membawa angin segar berupa dukungan biaya pendidikan, memastikan agar asa dan potensi besar yang dimiliki Renata tidak terhenti oleh tembok kesulitan finansial.
Dari dunia pendidikan, langkah rombongan berlanjut menyusuri Desa Urangagung. Di sana, ujian berat tengah dipikul oleh Bapak M. Samsul Huda. Serangan stroke yang dialaminya membatasi mobilitas, mengharuskannya berjalan menggunakan alat bantu. Kehadiran tim BAZNAS bersama perangkat desa setempat disambut haru oleh keluarga. Uluran tangan kepedulian disalurkan untuk meringankan beban pengobatan, mengembalikan secercah senyum dan ketenangan di tengah hari-hari penuh ikhtiar pemulihan.

Kepedulian BAZNAS Sidoarjo tak berhenti pada individu. Semangat kebersamaan umat juga disentuh melalui sektor pembangunan sarana ibadah dan pendidikan agama. Di Desa Cemengbakalan, tim BAZNAS meninjau proses pembangunan tahap awal Masjid Darning Al Muttaqin. Kehadiran mereka di tengah warga dan para takmir menjadi dorongan moral yang kuat agar rumah ibadah tersebut segera berdiri megah sebagai pusat peradaban warga. Hal serupa juga terlihat di SDN Sarirogo, di mana tim BAZNAS hadir meninjau proses pengerjaan pemasangan keramik musholla sekolah, demi menghadirkan kenyamanan bagi para siswa dalam mendalami nilai-nilai keagamaan.
Melalui rangkaian aksi jemput bola yang menyentuh berbagai aspek kehidupan ini, Gus Luqman menegaskan bahwa zakat dan infak yang ditunaikan oleh masyarakat memiliki dimensi kemaslahatan yang sangat luas, baik bagi kehidupan dunia maupun akhirat.
“Zakat bukan sekadar menunaikan kewajiban keagamaan sesaat, melainkan sebuah jembatan nyata yang meringankan beban sesama di dunia, sekaligus investasi spiritual yang menyelamatkan kita di akhirat,” ungkap Gus Luqman di sela-sela kegiatan.
Aksi nyata ini mencerminkan esensi filantropi modern yang berkelanjutan. Setiap intervensi—baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun pembangunan fasilitas umat—memberikan dampak jangka panjang berupa penguatan ketahanan sosial, pemulihan martabat, serta terciptanya siklus kebaikan yang meluas. Melalui uluran tangan para muzakki, BAZNAS Sidoarjo terus hadir merajut harapan, membuktikan bahwa kepedulian mampu mengubah keterbatasan menjadi kekuatan bagi masa depan masyarakat Sidoarjo yang lebih sejahtera.












