BeritaHeadline

Perjuangan Sang Mantan Sopir dan Seniman Ludruk Menggapai Harapan

13
×

Perjuangan Sang Mantan Sopir dan Seniman Ludruk Menggapai Harapan

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Rabu, 19 Agustus 2026, menjadi hari yang sarat dengan perenungan bagi tim Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo. Di bawah terik matahari yang menyengat, tim yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, Ilhammuddin, bersama Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Damroni, menyusuri sudut-sudut Desa Janti, Kecamatan Tulangan. Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan rutin, melainkan upaya konkret untuk menjangkau mereka yang berada di titik terendah kehidupan, melalui serangkaian asesmen bantuan bagi warga yang sangat membutuhkan perhatian.

 

Dua kisah pilu tersaji di depan mata. Pertama, kisah Bapak Purwanto (55), seorang mantan sopir truk yang dua dekade lalu harus kehilangan impiannya setelah kecelakaan tragis saat memperbaiki kendaraannya yang mogok. Hidrolik yang rusak menghancurkan punggungnya, memaksanya terbaring lumpuh sejak 2005. Tak hanya fisik yang hancur, waktu pun seolah merenggut sisa dukungannya; harta bendanya habis untuk biaya pengobatan, dan kini ia harus menelan kenyataan pahit hidup seorang diri setelah ditinggal pergi oleh istri dan anaknya. Saat ini, ia berteduh di sebuah rumah yang berdiri di atas tanah milik keponakannya, dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

 

Tak jauh berbeda, di tempat lain di desa yang sama, tim menemui Bapak Sodikin (76). Pria yang dikenal sebagai sosok “Mbak Dewi” di masa jayanya sebagai pemain ludruk ini, kini menjalani sisa usia dalam kesunyian. Belum pernah menikah, ia bertahan hidup seorang diri di rumah berdinding gedek yang dibangunkan oleh Ketua RT setempat di atas lahan yang telah dihibahkan kepadanya. Untuk sekadar menyambung hidup, ia sangat bergantung pada bantuan BLT dari desa sebesar Rp300 ribu per bulan.

 

Kedua sosok ini, meskipun memiliki latar belakang berbeda—satu sebagai pejuang nafkah di jalanan, satu lagi sebagai penghibur rakyat—berbagi nasib yang serupa: terdata di desil 1 DTKS namun belum tersentuh bantuan pemerintah pusat yang memadai. Status kepesertaan PBI JK mereka tercatat terakhir aktif pada Desember 2025.

 

Melihat langsung kondisi tersebut, Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, Ilhammuddin, menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS adalah bentuk tanggung jawab kemanusiaan yang mendalam.

 

“Melihat kondisi Pak Purwanto dan Pak Sodikin, hati kita tersentuh. Ini bukan sekadar angka atau data di atas kertas, tapi tentang manusia yang sedang berjuang untuk martabat hidupnya. Zakat yang dikelola BAZNAS bukan hanya sekadar untuk menolong manusia di dunia, tetapi sesungguhnya sedang menabung amal untuk menyelamatkan kita di akhirat nanti. Kami berkomitmen untuk tidak membiarkan mereka berjuang sendirian,” ungkap Ilhammuddin di sela-sela asesmen.

Tim yang terdiri dari staf pelaksana BAZNAS, A. Hamdani dan Syukron In’ami, bersama perangkat desa setempat, bekerja cermat mengumpulkan fakta lapangan. Langkah selanjutnya adalah melakukan pembahasan internal secara intensif. BAZNAS akan melakukan kroscek mendalam terhadap data DTKS serta melakukan koordinasi lintas instansi agar bantuan yang disalurkan benar-benar memberikan dampak signifikan bagi keberlangsungan hidup mereka. Tidak hanya bantuan darurat, namun program reguler BAZNAS Sidoarjo akan diupayakan untuk dapat menjangkau mereka secara berkelanjutan.

 

Apa yang dilakukan BAZNAS Sidoarjo pada hari itu adalah cerminan dari komitmen filantropi Islam yang inklusif. Di balik tumpukan data dan prosedur, ada nilai kemanusiaan yang harus dikedepankan. Setiap rupiah yang disalurkan melalui zakat adalah bentuk kepedulian yang mampu merajut kembali harapan yang sempat putus. Sebab, bagi mereka yang berada di posisi rentan, kehadiran dan perhatian kita adalah secercah cahaya di tengah kegelapan, sebuah investasi sosial yang tidak ternilai harganya bagi masa depan kita sendiri di hadapan Sang Pencipta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!