BeritaHeadline

Menyemai Harapan di Ujung Lelah: Langkah Nyata BAZNAS Sidoarjo Merajut Kembali Kemandirian Warga Difabel

16
×

Menyemai Harapan di Ujung Lelah: Langkah Nyata BAZNAS Sidoarjo Merajut Kembali Kemandirian Warga Difabel

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Di tengah himpitan tantangan ekonomi yang kian menantang bagi masyarakat kecil saat ini—di mana beban biaya hidup semakin berat dan daya beli kian tertekan—kehadiran uluran tangan melalui program filantropi menjadi penyelamat yang sangat krusial bagi mereka yang marjinal. Terik matahari Selasa siang yang menyengat di wilayah Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, tak menyurutkan langkah nurani para pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo. Langkah kaki mereka bukan sekadar rutinitas birokratis, melainkan sebuah misi kemanusiaan yang berdenyut dalam irama empati yang mendalam. Tepat pada 6 Oktober 2026, jajaran pimpinan dan staf BAZNAS Sidoarjo turun langsung ke akar rumput, menyusuri sudut-sudut pedesaan guna melaksanakan asesmen kelayakan penerima manfaat program bantuan kaki palsu.

 

Hari itu, kehadiran Wakil Ketua IV BAZNAS Sidoarjo, Drs. H. Ilhamuddin, yang didampingi oleh Staf Pelaksana Achmad Richi bersama aparat desa setempat, menghadirkan kehangatan tersendiri di tengah keterbatasan yang membelenggu warga. Dua titik kunjungan di Kecamatan Porong menyimpan kisah hidup yang mengoyak rasa kemanusiaan, sekaligus menyalakan secercah harapan baru.

 

Pemberhentian pertama bertempat di Desa Pesawahan pada pukul 11.05 hingga 11.20 WIB. Di sana, tim menemui Suwadi (54), seorang pejuang nafkah tangguh yang sehari-hari menggantungkan hidup sebagai penjual krupuk keliling. Takdir pahit telah menyapa Suwadi sejak masa kecilnya, ketika sebuah kecelakaan tragis akibat terlindas lori tebu merenggut kaki kanannya. Meski sempat memiliki kaki palsu di masa lalu, alat bantu penopang mobilitas itu kini telah rusak parah. Jangankan membeli yang baru, untuk mencukupi kebutuhan harian dari berjualan krupuk keliling saja ia harus berjuang mati-matian dengan kondisi fisik yang terbatas. Ketiadaan biaya membuat Suwadi hanya bisa pasrah menahan derita, hingga akhirnya BAZNAS Sidoarjo hadir membawa uluran tangan.

 

Tak berselang lama, misi kemanusiaan berlanjut ke Desa Kedungboto. Dari pukul 11.30 hingga 11.37 WIB, tim melakukan asesmen terhadap Sugianto (45). Pria paruh baya ini harus merelakan kakinya diamputasi akibat penyakit kanker yang menggerogotinya. Demi menyambung hidup keluarganya, Sugianto kini berjualan burung. Pada tahun 2022 silam, ia sejatinya pernah menerima bantuan kaki palsu dari BAZNAS. Namun, roda waktu dan intensitas penggunaan yang tinggi membuat alat tersebut kini rusak dan tak lagi layak pakai. Keterbatasan ekonomi membuatnya terjebak dalam dilema yang menyiksa.

 

Dari hasil asesmen mendalam yang dilakukan langsung di lapangan, kedua warga tersebut dinilai sangat layak dan memenuhi kriteria mendesak untuk segera dibantu. Kehadiran kaki palsu bukan sekadar benda medis bagi mereka; ini adalah kunci pembuka pintu kemandirian, pemulih martabat, serta sarana untuk kembali produktif menafkahi keluarga tanpa harus bergantung pada orang lain. Dalam waktu dekat, BAZNAS Sidoarjo akan segera mendatangkan tenaga khusus dari penyedia profesional untuk melakukan pengukuran kaki palsu secara presisi bagi Suwadi dan Sugianto.

Drs. H. Ilhamuddin menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat marginal adalah wujud nyata dari amanah zakat yang dititipkan oleh para muzaki. Zakat bukan sekadar angka-angka filantropi di atas kertas, melainkan instrumen transformatif yang mengubah air mata menjadi senyuman, serta keputusasaan menjadi kekuatan hidup.

 

“Zakat terbukti mampu menolong sesama yang sedang berjuang di dunia ini, memulihkan harkat martabat dan kemandirian mereka, sekaligus menjadi investasi kebaikan yang menyelamatkan kita di akhirat kelak,” ungkap Drs. H. Ilhamuddin penuh penghayatan di sela-sela kegiatan asesmen.

 

Nilai kebaikan yang ditebar melalui zakat ini sejatinya memicu gelombang perubahan sosial yang luar biasa (SROI). Setiap rupiah dana umat yang dihimpun dan disalurkan secara tepat sasaran menghasilkan social return yang berlipat ganda: memulihkan mobilitas fisik, membangkitkan kembali produktivitas ekonomi keluarga, mengembalikan senyum anak-anak mereka, hingga merajut kembali simpul-simpul solidaritas sosial di tingkat desa. BAZNAS Sidoarjo terus membuktikan bahwa zakat adalah jembatan kasih sayang yang menghubungkan tangan-tangan para dermawan dengan denyut nadi mereka yang paling membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!