BeritaHeadline

Menghidupkan Harapan di Ujung Usia dan Merajut Asa Pendidikan: Jejak Nyata Filantropi BAZNAS Sidoarjo di Tarik dan Krian

63
×

Menghidupkan Harapan di Ujung Usia dan Merajut Asa Pendidikan: Jejak Nyata Filantropi BAZNAS Sidoarjo di Tarik dan Krian

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo — Kehadiran zakat tidak hanya sekadar menunaikan kewajiban religius, tetapi juga menjadi instrumen keadilan sosial yang mengalirkan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat yang paling membutuhkan. Prinsip ini kembali diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo melalui aksi penyaluran bantuan kemanusiaan yang menyasar warga prasejahtera di Kecamatan Tarik dan Kecamatan Krian pada Senin, 20 Juli 2026.

Melalui langkah cepat dan penuh kepedulian yang digawangi oleh staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Sofwan dan Syukron, gelombang kebaikan dari para muzaki disalurkan tepat sasaran. Aksi ini merefleksikan nilai pengembalian sosial atau Social Return on Investment (SROI) yang berfokus pada terciptanya kesejahteraan berkelanjutan—di mana setiap kebaikan yang dititipkan tidak hanya meringankan beban sesaat, melainkan memulihkan martabat manusia, membangkitkan produktivitas, serta mengembalikan senyuman dan asa yang hampir pudar di tengah kerasnya himpitan hidup.

Perjalanan kemanusiaan hari itu menyapa langkah renta Bapak Sogi, seorang kakek berusia 78 tahun yang setiap hari menggantungkan hidupnya sebagai tukang bersih-bersih makam desa setempat di Desa Tarik, Kecamatan Tarik. Di usia senja yang seharusnya menjadi masa istirahat, beliau masih harus berjuang melawan lelah demi menyambung hidup seorang diri. Kehadiran tim BAZNAS Sidoarjo di kediamannya membawa kehangatan tersendiri. Sentuhan empati dan uluran tangan tersebut menjadi penopang moral yang sangat berarti, memastikan bahwa jerih payah tulus yang ia lakoni selama ini dihargai, sekaligus memberikan ketenangan agar beliau dapat menjalani hari tua dengan lebih bermartabat.

Tidak berhenti di situ, misi kemanusiaan berlanjut ke wilayah Desa Krian, Kecamatan Krian. Di ruang lingkup wilayah setempat, BAZNAS Sidoarjo menyalurkan bantuan biaya pendidikan bagi M. Fiky Firman Rosyidi, yang diterima langsung oleh sang ibu, Ibu Wahyuni, dengan didampingi oleh pihak desa setempat. Berasal dari keluarga yang tergolong kurang mampu, masa depan pendidikan ananda Fiky sempat diliputi ketidakpastian di tengah biaya hidup yang kian mendesak. Melalui dukungan ini, BAZNAS hadir sebagai jembatan yang menyelamatkan hak anak atas pendidikan yang layak. Dalam perspektif SROI, investasi pada pendidikan anak dari keluarga prasejahtera merupakan langkah strategis jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi, mengubah kerentanan menjadi kemandirian, serta melahirkan generasi masa depan yang berdaya saing.

Dalam setiap kunjungannya, Sofwan menegaskan bahwa uluran tangan ini adalah wujud nyata dari amanah umat yang harus disampaikan dengan sepenuh hati.

“Kehadiran kami hari ini di tengah Bapak Sogi dan Ibu Wahyuni adalah pengingat bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki kekuatan transformatif yang luar biasa. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada warga Sidoarjo yang merasa berjuang sendirian di dalam kesusahan mereka, karena di balik setiap rupiah zakat yang ditunaikan, terdapat ikatan persaudaraan dan harapan yang kembali dihidupkan,” ujar Sofwan dengan penuh kehangatan.

Aksi filantropi ini sekali lagi membuktikan bahwa solidaritas sosial yang digerakkan melalui lembaga zakat mampu menciptakan gelombang perubahan positif yang mendalam. Dengan semangat kebersamaan, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo terus berkomitmen menguatkan pilar-pilar kesejahteraan umat, membuktikan bahwa zakat menguatkan Indonesia dari akar rumput hingga menembus batas-batas harapan yang paling sunyi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!