BeritaHeadline

Memeluk Harapan Baru di Pesisir Sidoarjo: Transformasi Hunian Warga Desa Pabean dan Pulungan Sedati Melalui Program RLHB BAZNAS

49
×

Memeluk Harapan Baru di Pesisir Sidoarjo: Transformasi Hunian Warga Desa Pabean dan Pulungan Sedati Melalui Program RLHB BAZNAS

Sebarkan artikel ini

Di bawah langit cerah Sidoarjo yang menyimpan cerita perjuangan jutaan jiwa, sebuah perjalanan kemanusiaan yang menggetarkan hati kembali ditorehkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo. Pada hari Kamis, 30 Juli 2026 yang lalu, jajaran pimpinan dan tim pelaksana melangkah menembus lorong-lorong perkampungan nelayan dan dataran pesisir, membawa misi suci untuk merubah air mata menjadi senyuman. Dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Sidoarjo, Bapak Chasbil Aziz Salju Sodar—yang akrab disapa Gus Jazuk—didampingi oleh tim pelaksana lapangan yang cekatan meliputi Ach. Richi, Minan Abdul Chaq, Hafidz, dan Nasirin, rombongan ini melaksanakan monitoring sekaligus sidak program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) periode Juli 2026.

Perjalanan emosional ini singgah di titik pertama, yakni kediaman Bapak Wali Hidayat di Desa Pabean, Kecamatan Sedati. Siapa pun yang melihat kondisi rumah Bapak Wali Hidayat sebelum program ini menyentuhnya pasti akan merasakan sesak di dada. Dinding bata merah yang terkelupas tanpa plester, ventilasi seadanya, serta lantai yang dingin dan lembab menjadi saksi bisu bagaimana keluarga kecil ini berjuang melawan kerasnya himpitan ekonomi di kawasan pesisir. Kecemasan adalah tamu harian yang tak diundang, terutama ketika musim hujan tiba dan atap rumah mulai mengancam keselamatan tidur mereka. Namun, hari itu, suasana berubah menjadi lautan haru yang menghangatkan jiwa.

Transformasi before-after yang tersaji di hadapan mata sungguh bagaikan sebuah keajaiban nyata bagi Bapak Wali Hidayat dan keluarga. Dinding rumah yang tadinya kusam dan retak kini telah berubah menjadi bangunan kokoh berbalut cat hijau cerah yang menyejukkan pandangan, lengkap dengan kusen putih bersih dan tata ruang yang manusiawi. Dalam tinjauan langsung terpancar binar kelegaan yang luar biasa dari raut wajah keluarga ini. Ungkapan rasa syukur yang mendalam terucap dengan suara bergetar dari sang pemilik rumah, menyambut kehadiran Gus Jazuk dan tim yang datang membawa berkah ketenangan batin.

Beranjak dari Pabean, rombongan kemanusiaan melanjutkan perjalanan ke titik kedua di Desa Pulungan, Kecamatan Sedati, menengok kediaman Ibu Sri Astutik. Kondisi rumah Ibu Sri Astutik sebelum tersentuh program RLHB merupakan potret kerentanan sosial yang sangat mengiris hati. Bagian tengah dan belakang rumah tampak compang-camping dengan kerangka atap kayu yang lapuk, genteng yang melorong, serta dinding terbuka yang membiarkan angin malam dan debu jalanan masuk tanpa halangan. Menjalani hari-hari di hunian yang rawan roboh menuntut ketabahan mental yang luar biasa besar dari seorang ibu yang mendambakan rasa aman bagi keluarganya.

Hari ini, penderitaan masa lalu itu seolah ditiup angin lalu tatkala Ibu Sri Astutik berdiri di teras rumahnya yang telah direnovasi total. Atap baja ringan yang kokoh kini menaungi kediamannya, dipadu dengan dinding tembok berplester halus dan papan prasasti penerima manfaat yang terpasang bangga di dinding depan. Ibu Sri Astutik tak kuasa menahan haru, menyambut kedatangan Gus Jazuk, Ach. Richi, Minan Abdul Chaq, Hafidz, dan Nasirin dengan senyum simpul penuh air mata kebahagiaan. Sambil menerima dokumen resmi program, beliau menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada BAZNAS dan seluruh masyarakat Sidoarjo yang telah menyisihkan sebagian harta terbaik mereka.

Dari sudut pandang analisis Social Return on Investment (SROI), program RLHB ini memberikan dampak multiplikatif yang jauh melampaui sekadar hitungan material bangunan fisik. Nilai sosial yang tercipta di Desa Pabean dan Pulungan ini mencakup pemulihan kesehatan mental keluarga dari kecemasan menahun, peningkatan kualitas kesehatan fisik akibat terhindar dari hunian lembab, hingga pengembalian martabat sosial warga prasejahtera di tengah masyarakat. Setiap rupiah zakat yang disalurkan terkonversi menjadi rasa aman yang berkelanjutan, menciptakan fondasi masa depan anak-anak agar dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan bermartabat.

Dalam keterangannya di sela-sela peninjauan lapangan, Ketua BAZNAS Sidoarjo, Gus Jazuk, menegaskan komitmen lembaganya dalam mengawal amanah umat secara transparan dan tepat sasaran. “Zakat bukan sekadar kewajiban ritual ibadah mahdhah yang selesai ketika ditunaikan, melainkan sebuah instrumen ilahi yang dirancang untuk menolong sesama manusia di dunia dan menyelamatkan kita di akhirat kelak. Apa yang kita saksikan hari ini di Pabean dan Pulungan adalah bukti nyata bahwa tangan-tangan para muzaki yang dermawan telah berhasil merajut kembali asa yang nyaris pudar, mengembalikan senyuman di wajah saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar beliau dengan penuh penekanan emosional.

Pelaksanaan monitoring di wilayah Sedati pada tanggal 30 Juli 2026 ini memberikan pelajaran batin yang amat berharga tentang hakikat sejati sebuah kepedulian sosial. Di balik dinding-dinding hijau yang baru berdiri kokoh di Pabean dan Pulungan, tersimpan cerita tentang solidaritas umat yang mampu meruntuhkan benteng kemiskinan ekstrem. BAZNAS Kabupaten Sidoarjo membuktikan bahwa kehadiran negara dan uluran tangan kebaikan masyarakat dapat berpadu harmonis, mengubah sebuah tempat bernaung yang rapuh menjadi istana ketenangan yang penuh keberkahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!