
SIDOARJO – Semangat menebar manfaat dan memperkuat sendi-sendi kehidupan masyarakat terus digelorakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo. Pada hari Senin, 15 Juni 2026, tim BAZNAS Sidoarjo kembali turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah masyarakat kepada mereka yang membutuhkan di wilayah Kecamatan Tanggulangin dan Kecamatan Tulangan.
Aksi jemput bola ini merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan mampu memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat. Kehadiran tim di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa Zakat Menguatkan Indonesia, khususnya dalam mengangkat beban saudara-saudara kita yang sedang dalam kesulitan.
Di Kecamatan Tanggulangin, tim menyambangi Desa Kalisampurno untuk memberikan dukungan bagi sepuluh siswa SDN Kalisampurno 2. Bantuan ini disalurkan untuk meringankan biaya pendidikan, memastikan anak-anak tetap memiliki semangat tinggi untuk meraih masa depan meski di tengah keterbatasan ekonomi keluarga. Tidak berhenti di sana, tim juga menyalurkan bantuan untuk renovasi Masjid Al Muttaqin di Puri Sampurno, Desa Kalitengah. Langkah ini diambil agar sarana ibadah masyarakat dapat berfungsi lebih layak dan nyaman.
Sementara itu, di wilayah Kecamatan Tulangan, BAZNAS Sidoarjo fokus pada pemberdayaan sarana ibadah dan dukungan hidup bagi warga yang membutuhkan. Tim memberikan bantuan renovasi untuk Musholla Al Ikhsan di Desa Kemantren. Selain itu, bantuan biaya hidup juga disalurkan kepada warga di Desa Pangkemiri dan Desa Kepuhkemiri, sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan ekonomi keluarga prasejahtera.
Faiz, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang terlibat dalam pendistribusian ini, menegaskan bahwa tugas BAZNAS bukan sekadar menyalurkan dana, melainkan menjalin hubungan kemanusiaan.
“Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa amanah dari para muzakki benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga yang membutuhkan. Setiap sen yang disalurkan adalah bentuk perhatian kolektif umat untuk menguatkan saudara kita yang sedang berjuang,” ujar Faiz di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, setiap penerima bantuan telah melalui proses asesmen lapangan yang ketat untuk memastikan bahwa bantuan diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan dukungan agar dapat terus melangkah lebih baik.

Melalui rangkaian kegiatan ini, BAZNAS Sidoarjo berharap dapat terus menginspirasi lebih banyak pihak untuk berbagi. Kehadiran fisik staf di lapangan, bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pertanggungjawaban kepada umat bahwa dana zakat dikelola dengan profesional, transparan, dan penuh empati.
Dengan sinergi antara muzakki dan BAZNAS, harapannya beban masyarakat yang kurang mampu dapat teringankan, dan sarana ibadah di pedesaan tetap terjaga keasriannya. Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi menjadi kekuatan besar dalam merajut solidaritas sosial yang kokoh demi mewujudkan masyarakat Sidoarjo yang lebih berdaya dan sejahtera.












