
Sidoarjo, 12 Agustus 2026 — Menjejakkan langkah di lapangan bukan sekadar rutinitas bagi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo. Hari ini, di bawah sinar matahari pagi yang hangat, tim BAZNAS Sidoarjo kembali turun langsung menyapa warga di Kecamatan Krian. Kehadiran ini adalah wujud nyata komitmen lembaga dalam memastikan amanah zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki benar-benar dirasakan manfaatnya hingga ke akar rumput, membawa perubahan yang lebih luas dari sekadar angka di atas kertas.
Agenda dimulai di Desa Tropodo, di mana tim berfokus pada penguatan akses masyarakat terhadap tempat ibadah yang layak dan nyaman. Dukungan biaya renovasi disalurkan untuk Mushola Thoriqul Jannah. Lebih dari sekadar perbaikan fisik bangunan, bantuan ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih religius dan guyub bagi warga sekitar. Keberadaan mushola yang representatif diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas spiritual yang menghidupkan harmoni antarwarga.
Selepas dari Tropodo, langkah tim berlanjut ke Desa Kemasan. Kali ini, perhatian tertuju pada masa depan generasi penerus bangsa. BAZNAS menyalurkan bantuan pendidikan bagi sepuluh siswa-siswi SDN Kemasan. Bantuan ini hadir sebagai jembatan untuk memastikan mereka tetap memiliki semangat menuntut ilmu tanpa harus terkendala beban ekonomi. Investasi pada pendidikan anak-anak ini diyakini akan memberikan dampak berkelanjutan yang jauh lebih besar, membuka pintu kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk meraih masa depan yang gemilang.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar, atau yang akrab disapa Gus Jazuk, yang memimpin langsung kegiatan ini, menegaskan bahwa setiap rupiah yang tersalurkan membawa tanggung jawab besar untuk menciptakan perubahan sosial yang nyata.
“Kehadiran kami di sini adalah bukti bahwa zakat yang Bapak/Ibu tunaikan tidak berhenti pada saat diserahkan, tetapi terus berputar menjadi kebaikan-kebaikan baru di lapangan. Ketika sebuah mushola diperbaiki, ia akan terus menebarkan manfaat bagi jamaahnya dalam waktu yang lama. Ketika seorang anak dibantu pendidikannya, kita sedang menanam harapan untuk satu kehidupan yang lebih baik di masa depan. Inilah sebenarnya hakikat dari zakat yang kita kelola; ia membangun peradaban dan menumbuhkan kemandirian masyarakat kita,” ungkap Gus Jazuk saat berbincang hangat dengan warga.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini, didampingi pula oleh staf pelaksana BAZNAS, Minan Abdul Chaq dan Hafidz. Keterlibatan aktif tim di lapangan ini menunjukkan pendekatan personal dan empati yang mendalam, memastikan setiap bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak yang benar-benar dibutuhkan oleh para penerima manfaat.
Melalui langkah-langkah kecil namun konsisten ini, BAZNAS Sidoarjo terus berupaya memperluas jangkauan manfaat dari dana umat. Karena sejatinya, zakat bukan hanya soal menolong sesama di dunia, tetapi juga menjadi simpanan amal yang menyelamatkan kita di akhirat. Setiap senyum yang tercipta dari renovasi mushola maupun semangat yang terpancar dari wajah anak-anak sekolah adalah bukti bahwa kebaikan yang dikelola dengan amanah akan terus melahirkan dampak positif yang berlipat ganda bagi kemaslahatan umat di Sidoarjo.












