
SIDOARJO – Menjadi saksi perjuangan hidup seseorang seringkali membuat kita menyadari betapa berharganya kemandirian. Bagi Bapak Khoirul Anam (70), warga Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, satu dekade terakhir adalah masa-masa penuh tantangan fisik setelah serangan stroke yang ia alami. Namun, pada Minggu, 5 Juli 2026, sebuah secercah cahaya harapan baru hadir di kediamannya, membawa misi mulia untuk memulihkan mobilitas yang sempat terenggut oleh kondisi kesehatan.
BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, melalui program pendayagunaan zakat, menyalurkan bantuan kursi roda sebagai bentuk dukungan nyata bagi Bapak Khoirul Anam. Proses distribusi bantuan ini berlangsung khidmat, dihadiri oleh staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo, Abdul Ghoni, bersama Ketua RW setempat, Hasan Bisri, serta Ketua Ansor Krian, Roni Irwansyah. Kehadiran mereka bukan sekadar menyerahkan alat bantu, melainkan sebuah manifestasi kepedulian umat yang disalurkan melalui zakat.
Menembus Batasan Fisik
Berdasarkan hasil asesmen mendalam di lapangan, Bapak Khoirul Anam telah berjuang melawan komplikasi stroke selama kurang lebih 10 tahun. Keterbatasan mobilitas menjadi kendala utama yang menghambat ruang gerak beliau. Selama ini, aktivitas harian beliau hampir sepenuhnya bergantung pada bantuan anggota keluarga, mulai dari sekadar berpindah tempat di atas tempat tidur hingga kegiatan dasar lainnya.
Ketidakmampuan keluarga untuk menyediakan kursi roda yang memadai sebelumnya menjadi hambatan bagi kualitas hidup Bapak Khoirul. Dengan hadirnya bantuan kursi roda ini, mobilitas beliau kini terbuka kembali. Langkah kecil ini diharapkan mampu memecah isolasi fisik yang selama ini dirasakan, memungkinkan beliau untuk berinteraksi lebih baik di lingkungan rumah, bahkan menikmati udara segar di luar kediaman, yang secara psikologis tentu meningkatkan semangat pemulihan beliau.
Dampak Nyata dan Keberlanjutan
Dalam kacamata filantropi modern, bantuan ini bukan hanya sekadar pemberian barang sekali pakai, melainkan sebuah investasi sosial dengan Social Return on Investment (SROI) yang signifikan. Dampak yang dihasilkan melampaui bantuan kursi roda itu sendiri. Dengan kursi roda tersebut, beban fisik yang dipikul oleh anggota keluarga dalam merawat Bapak Khoirul akan berkurang drastis, sehingga energi mereka dapat dialokasikan untuk aktivitas produktif lainnya.
Secara tidak langsung, intervensi ini menciptakan efisiensi sosial di tingkat keluarga. Ketika mobilitas Bapak Khoirul meningkat, tingkat ketergantungan beliau pada pendamping berkurang, yang berdampak positif pada kesehatan mental dan produktivitas para pendamping di rumah. Inilah esensi dari zakat yang memberdayakan; bantuan yang tepat sasaran mampu memicu efek domino kebaikan yang meningkatkan kesejahteraan kolektif.
Abdul Ghoni, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang hadir di lokasi, menegaskan betapa krusialnya penyaluran zakat yang berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat (mustahik).
“Bantuan ini adalah bentuk amanah dari para muzakki yang kami distribusikan kepada mereka yang paling membutuhkan. Kami melihat langsung bagaimana Bapak Khoirul Anam berjuang. Dengan kursi roda ini, harapan kami bukan hanya sekadar beliau bisa duduk, tetapi beliau bisa kembali memiliki kemandirian dan martabat dalam beraktivitas. Inilah bukti bahwa zakat, bila dikelola dengan tepat, mampu menjadi solusi konkret bagi permasalahan di tengah masyarakat,” ujar Abdul Ghoni di sela-sela penyerahan bantuan.
Zakat, Kekuatan Pemersatu
Penyaluran bantuan ini menjadi refleksi nyata bahwa kekuatan zakat mampu menguatkan Indonesia, dimulai dari lingkup terkecil seperti tingkat desa. Sinergi antara lembaga zakat, tokoh masyarakat seperti Ketua RW, dan organisasi kemasyarakatan seperti Ansor Krian, menunjukkan kolaborasi harmonis yang memperkuat jaring pengaman sosial.

Di balik kursi roda yang kini terparkir di rumah Bapak Khoirul, terdapat doa dari banyak pihak. Setiap putaran roda tersebut adalah langkah menuju hidup yang lebih bermartabat bagi Bapak Khoirul, sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keberadaan zakat adalah penyambung asa, penopang kaum lemah, dan pilar penguat bangsa. BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus hadir, memastikan setiap rupiah zakat yang dititipkan mampu memberikan dampak luas dan berkelanjutan bagi mereka yang membutuhkan.












