
Rabu, 17 Juni 2026, menjadi hari yang istimewa bagi tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo. Di bawah terik matahari yang mulai meninggi, langkah kaki kami menyusuri gang-gang desa, membawa amanah besar dari para muzakki. Ini bukan sekadar perjalanan rutin distribusi bantuan; ini adalah sebuah perjalanan menjemput senyum dan merajut kembali harapan bagi saudara-saudara kita yang sedang meniti hari dengan penuh tantangan.
Perjalanan kemanusiaan ini dimulai di Desa Tebel, Kecamatan Gedangan. Kami menyambangi kediaman Ibu Mistin. Meski pada kesempatan tersebut beliau sedang berhalangan hadir karena tengah mengikuti pengajian di luar desa, semangat kami sedikit pun tidak surut. Bantuan biaya hidup yang diamanatkan tetap tersampaikan dengan baik melalui perwakilan yang ada di lokasi. Kami memahami bahwa setiap rupiah yang dititipkan melalui zakat memiliki urgensi untuk segera meringankan beban hidup mereka yang sedang berjuang.
Tak lama berselang, rombongan bertolak menuju Desa Karangbong, masih di wilayah Kecamatan Gedangan, untuk menyapa Ibu Suryati. Di sana, pertemuan berlangsung hangat dan penuh haru. Kehadiran tim BAZNAS Sidoarjo disambut dengan syukur yang mendalam. Momen sederhana ini menjadi pengingat bagi kami bahwa setiap tetes zakat yang disalurkan adalah bentuk nyata kepedulian umat yang mampu menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat paling bawah.
Perjalanan hari itu ditutup di Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, tepat saat kami menemui Bpk. Aris Suprapto yang sedang berhalangan hingga di wakilkan Istrinya. Di kediaman beliau, kami mendengarkan sekelumit cerita perjuangan hidup yang menjadi bukti betapa kehadiran lembaga filantropi di tengah masyarakat sangatlah krusial untuk menjaga asa agar tetap menyala.

Wakil Ketua I BAZNAS Sidoarjo, Em Luqman, menegaskan bahwa esensi dari kegiatan turun ke lapangan ini adalah kehadiran nyata yang dirasakan langsung oleh penerima manfaat. “Kami hadir untuk memastikan bahwa zakat yang Anda tunaikan benar-benar menjadi penyokong hidup bagi mereka yang membutuhkan. Setiap senyum yang tercipta dari para penerima manfaat adalah bukti bahwa kepedulian kita mampu menguatkan sendi-sendi kehidupan masyarakat,” ungkapnya dengan penuh penekanan.
Melihat keteguhan hati para penerima manfaat dalam menjalani hari, kami menyadari bahwa setiap dukungan yang diberikan adalah investasi untuk masa depan yang lebih bermartabat. BAZNAS Sidoarjo berkomitmen untuk terus bergerak, menjangkau yang terjauh, dan membantu mereka yang paling membutuhkan dengan ketulusan hati.
Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, melainkan instrumen ampuh untuk mempererat tali persaudaraan dan menciptakan keadilan sosial di tanah air. Sebagaimana misi besar yang terus kami gaungkan, Zakat Menguatkan Indonesia. Melalui sinergi antara muzakki dan amil, kita membuktikan bahwa dengan berbagi, kita mampu mengubah kesulitan menjadi kemudahan, dan kesedihan menjadi harapan baru yang terus tumbuh bagi sesama.












