
Sidoarjo – Senin,15 Juni 2026, Di bawah terik matahari siang hari ini, tim BAZNAS Kabupaten Sidoarjo melangkah menyusuri jalanan Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon. Bukan sekadar rutinitas, ini adalah perjalanan kemanusiaan untuk menjemput harapan bagi mereka yang berada di penghujung usia namun masih berjuang melawan kerasnya hidup.
Hari ini, fokus distribusi adalah menyapa para lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan kesehatan. Setiap langkah yang diayunkan membawa amanah dari para muzaki, yang dengan tulus ingin memastikan bahwa tidak ada lagi warga di Sidoarjo yang merasa sendirian dalam kesulitannya.
Kunjungan pertama membawa kami kepada sosok M. Mahmud, seorang pria berusia 83 tahun. Meski usianya telah senja, semangat kemandiriannya begitu kokoh. Beliau memilih tinggal seorang diri di rumahnya, menolak ajakan sang anak untuk tinggal bersama. Bagi M. Mahmud, rumah itu adalah dunianya. Meski hidup dalam keterbatasan, harga diri dan kemandiriannya tetap terjaga.
Tak jauh dari sana, kami menemui M. Usman, pria berusia 83 tahun yang kondisinya sangat memprihatinkan. Beliau harus berjuang dengan kesehatan yang terus menurun, ditemani sang adik, Munifah (65 tahun), yang juga hidup dalam himpitan ekonomi yang sama. Di satu atap, keduanya saling menguatkan di tengah hari-hari yang berat.
Perjalanan berlanjut ke rumah Ibu Fatonah (67 tahun). Kondisi beliau sungguh memilukan; beliau terbaring tak berdaya di atas ranjang karena cedera akibat terjatuh. Hidup sendirian menjadikan hari-hari beliau terasa jauh lebih panjang dan sunyi.
Melihat kondisi-kondisi tersebut secara langsung di lapangan, Sofwan, staf pelaksana BAZNAS Sidoarjo yang bertugas, tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
“Melihat langsung kondisi Bapak Mahmud, Bapak Usman, Ibu Munifah, dan Ibu Fatonah, menyadarkan kita bahwa masih banyak saudara kita di sekitar kita yang membutuhkan perhatian ekstra. Kehadiran kita hari ini bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi sebagai pengingat bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Sofwan di sela kunjungan.
Setiap bantuan yang disalurkan adalah bentuk nyata kehadiran masyarakat Sidoarjo yang peduli. BAZNAS hadir sebagai jembatan, menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah untuk memberikan kenyamanan dan harapan baru bagi Bapak Mahmud, Bapak Usman, Ibu Munifah, serta Ibu Fatonah.
Melalui aksi nyata ini, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat, memastikan bahwa setiap tetes zakat yang dikelola benar-benar memberikan dampak bagi kemaslahatan umat. Zakat menguatkan Indonesia, mulai dari langkah kecil di desa-desa Sidoarjo, satu per satu, hingga semua merasakan hangatnya kepedulian bersama.
Hari ini, di Desa Kedungcangkring, kita belajar bahwa kebahagiaan sejati seringkali ditemukan dalam tindakan sederhana: peduli kepada mereka yang paling membutuhkan.












